Wednesday, August 18, 2010

Bacaan bulan Juli-Agustus

بسم الله الرحمن الرحيم
Setelah sekian lama nulis hal-hal yg kurang penting, sekarang saatnya menulis yg lumayan penting *sama aja :))
Saya akan ajak teman2 jalan2! ya, jalan-jalan. Tidak perlu repot menyiapkan apapun, cukup duduk di depan layar dan bersenam jari memindahkan scroll window. Jalan-jalan kali ini kita lalui dengan membaca buku dan novel. Jalankan EOM, jalankan hati, jalankan pikiran, jalankan impuls2 di saraf2 kita  ;)
*sindrom liburan; fobia atrofi otak krn tidak difungsikan (sebenarnya mau bilang lebih takut kalau usia terbuang sia-sia =.=)

0. Marmut Merah Jambu

Melihat buku Radith, sejak selesai membaca buku yg pertama, entah kenapa selalu ada sensasi ingin tertawa. Bukan karena mimik mukanya terpampang jelas di cover, tapi karena gaya berceritanya yg mengalir dan cerdas, lucu, walaupun suka asal :p.
MMJ, seperti buku2 sebelumnya yg berbau binatang, menceritakan kisah cinta Radith. Halaman pertama sudah bisa membuat saya tertawa-tawa. Dasar! Tapi tidak hanya sekedar tawa, kali ini Radith berhasil menghadirkan hikmah disetiap ending kisah2 ngocolnya.
Salah satu paragraf yg saya suka, tentang deskripsi pribadi, yg men-judge diri tidak sempurna, misalnya saat kita jatuh cinta. Mungkin karena cara pandang kita yg tidak pernah utuh, karena sering menilai diri dengan cermin 2 dimensi atau memperhatikan bagian-per-bagian saja...hmm, redaksi aslinya lebih bagus, yg jelas cara pandang kita saja ternyata masih belum  bisa menuntaskan penilaian tentang diri sendiri.

Status: Selesai dibaca dan dikasih jempol


1. Maryamah Karpov

Don't Judge the Book by Its Cover tidak berlaku untuk novel yg satu ini. Duluuuu, dulu sekali waktu desain cover Maryamah Karpov dipublish saya langsung jatuh cinta. Dibandingkan dengan 3 novel sebelumnya, sampul depan Maryamah Karpov yg paling saya suka. Jadi, alasan utama saya membaca novel ini bukan hanya ending kisah hidup Ikal tapi juga COVERnya..hehe..
Penasaran juga sama judulnya, kenapa sih Maryamah Karpov? dibaca dan terus dibaca, sempat kesal juga karena baru dipertengahan novel nama Maryamah Karpov disebut! Rgggghhhh Ikaaaaaaal!! (FYI, tebalnya sekitar 500 halaman, teman2)
After all, setelah tuntas melahapnya saya baru paham sesuatu. Novel pamungkas dari tetralogi Laskar Pelangi ini mengingatkan kita untuk tidak membuat judul cerita sesuai dengan endingnya. Itu sama saja merendahkan intelektualitas pembaca, sama saja dengan spoiler, karena dengan membaca judulnya saja toh pembaca sudah tahu akhir ceritanya tidak ada tebak-tebakan, tidak ada penarikan kesimpulan.
Sungguh, tidak ada yg istimewa dengan seseorang bernama Maryamah Karpov si gadis pemain biola.
Sudut pandang Lintang yg terlalu cerdas--membuat situasi yg berkenaan dengan Maryamah Karpov--lah yg membuat novel ini tuntas dengan istimewa.

Status: Selesai dibaca dengan rasa kesal di awal dan jempol di akhir.

2. Negeri van Oranje

Saya baru tahu, kalau Negeri van Oranje itu nama lain dari Belanda alias Netherlands *confession* hoho..PLAK!
Penulisnya 4 orang mahasiswa pascasarjana di Universitas yg berlainan di Belanda. Saya seperti membaca kumpulan cerpen, karena setiap penulis punya kisahnya sendiri. Tapi, ini novel, karena kisah keempatnya saling berkaitan dan mengisi. Masing2 bertutur detail tentang Belanda. Tempat2 wisata, transportasi, jalan pintas, budaya, kebiasaan pribumi, tips hidup, parttime job, dll. Ada satu kebiasaan mereka yg lumayan bikin BT. Penulis kecele saat diundang salah seorang teman Belanda ke pesta ulang tahunnya. Iya sih, makan-makan gratis, tapi pulang harus bayar masing-masing. Jadi, pikir2 dulu kalau mau mengiyakan undangan pesta. Jiaaah..  ga mau rugi banget ya, pantesan menjajah..>:(

Status: Baru baca setengah, berniat melanjutkan baca krn bikin mupeng ke Belanda, kocak dan sangat informatif.

3. Finding Mino
Artinya mencari Mino (yg hilang). Bukaaan. Atau mencari Mino di lautan, seperti ikan lucu bernama Nemo itu? Juga bukan. Mino, sang tokoh utama adalah wartawan freelance yg dipertemukan dengan 4 wanita dengan berbagai karakter; si A yg manja, si B yg bossy, si C yg berpenyakit mematikan dan si D yg shalihah.
Hm, bagaimana menghadapinya?

Selain bercerita cinta, novel ini juga berisi info kesehatan. Mino berusaha menguak dunia ekslusif yg dilakoni oleh para koas dan residen; suka maupun duka, curhatan juga hujatan, apapun dengan seobjektif mungkin.

Status: Selesai dibaca tapi tidak diberi jempol.

4. Jilbab Traveler


Jilbab Traveler, seperti judulnya buku ini menceritakan kisah traveling para jilbaber di berbagai belahan dunia. Dari pengalaman konyol, menjengkelkan sampai mengharukan semua terangkum dalam buku ini. Selain itu ada tips2 buat para jilbaber yg ingin berkeliling dunia. Bagaimana tips memilih hotel yang pas dengan uang saku kita, memilih oleh-oleh yang murah tapi berkualitas, makanan halal, bahkan pakaian yang akan dikenakan. Kita juga bisa belajar bercuil-cuil bahasa Asing: Cina, Belanda, Korea, Inggris, Jerman dan masih banyak lagi bahasa sehari-sehari yg mesti dihafalkan bila mengunjungi suatu negara. Buku ini bikin mupeng keliling dunia, sangat padat informasi sebelum berangkat dan ketika di sana. 

Status: Hampir selesai dibaca. Recommended.

5. Virtue Mart

Wuaa, judul aslinya saya lupa. Sampulnya juga bukan yg diatas itu. Hm..hm..pokoknya tentang langkah-langkah membuat toko online dengan Virtue Mart, komponen CMS Joomla.
Penasaran aja, kan tak kenal maka ta'aruf :D

Status: Tuntas dibaca sejam di toko buku ^^" One day I shall buy, may be.

6. Fiqh Puasa














Bukunya tipis (200 halaman), isinya dahsyat. Cocok dibaca (ulang) sebagai bekal menyambut --juga saat--Ramadhan. Ramadhan Kariim sudah tiba, sekarang sudah hari ke 9. Tidak terasa syahru tarbiyah akan berakhir..Yups, berharap Ramadhan kali ini lebih dahsyat dibandingkan Ramadhan lalu? Hayuuk, belajar lebih  lanjut ttg fiqih puasa. Karena "fiqih...menjembatani idealisme langit dengan yg ada dibumi.."(ust. Adriano)

Status: Dibaca hal2 yg masih belum jelas bagi saya. Recommended.

7. Dari Gerakan ke Negara

Buku Ust.Anis Matta ini diterbitkan dengan dua sampul dan tahun yg berbeda; 2006 dan 2010. Berhubung dulu tidak sempat baca dan punya yg pertama, jadi tidak kebagian buku yg sampulnya seperti di gambar. *ga jadi pertamax ;p
Seperti yg tertulis di sub judulnya: Sebuah rekonstruksi negara Madinah yg dibangun dari bahan dasar sebuah gerakan, buku ini secara garis besar berbicara tentang Negara dengan menjadikan negara Madinah sebagai tolak ukur. Fenomena kenegaraan Madinah yg dikupas dalam konteks kekinian.
"Tidak begitu masalah apakah bentuk negara itu khilafah, kerajaan ataupun negara bangsa. Begitu juga dengan sistem pemerintahan, entah monarki, presidensiil atau parlementer. Tapi yg lebih penting justru bukan pada bentuknya, tapi fungsinya yaitu sebagai institusi yg mewadahi penerapan syari'at Allah Ta'ala.", tulisnya.

Status: Sedang merampungkan. Recommended.

8. Menggairahkan Perjalanan Halaqah

Rekomendasi dari teman. Sama seperti buku fiqih puasa; tipis (tipis beneran), tapi isinya dahsyat.
Satria Hadi Lubis, siapa yg tidak kenal beliau? *saya ngacung :). Beliau adalah trainer yg tulisannya banyak membuka wawasan dan menambah bermacam ilmu. Buku yg satu ini memaparkan manajemen halaqah/ usrah; kiat2 sukses mengelola kelompok binaan agar dinamis dan produktif.
"Sukses bukan berlandaskan proses atau hasil saja, tapi keduanya: proses dan hasil" :)

Status: Sedang merampungkan. Recommended.

9. Pengikat Surga

"Dik, ini ada buku dari teman, coba dibaca", kata Papa, setelah melihat saya memasukan novel tipis ke dalam tas. Saya sudah siap berangkat mengembalikan pinjaman beberapa hari lalu.
Tas kuning cantik itu berjudul Pengikat Surga. Lumayan tebal isinya. Pas dibuka, benar saja! Ada novel 400 halaman rapi tersegel plastik bening.
"Surga kok diiket?", sahut Papa
"Yaa, kan kiasan." Jawab saya, nyengir.
Papa yg bukan penyuka novel diminta temannya membaca dan memberi komentar? ^^" waaah..
***
Pengikat Surga adalah refresh Sirah Nabawi yg diceritakan kembali dengan format prosa . Asma binti Abu Bakr hadir menjadi tokoh utamanya yg menjembatani kehidupan Rasulullah.

"Bukankah seorang laki-laki harus memberikan nafkah begi keluarganya? Bagaimana ayah Ruqayyah melakukan itu?" Abu Bakr terbahak mendengar pertanyaan putrinya. Ayah Ruqayyah, Muhammad bin Abdullah semakin intens saja bertahannuts di Gua Hira. Lima bulan terakhir ini ayah Ruqayyah tidak pulang ke rumah.
"Abdullah, dengarkalah kerisauan adikmu. Kunci-kunci dunia, kunci-kunci perniagaan, keduanya harus sudah kau temukan sebelum menjelang usia 40, sehingga saat kau gelisah dengan hidupmu, kau tak lagi risau bagaimana menghidupi keluargamu.", jelas sang Ayah.

"Muhammadku Muhammadku dengarlah seruanku
Aku rindu aku rindu kepadamu Muhammadku.." (Haddad Alwi (feat. Anti & Ebith Beat A))
Status: Menangis sebelum melangkah ke bab 5. Masih merampungkan. Belum bisa menyimpulkan..

Semoga bermanfaat!

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.