Monday, August 9, 2010

Aku Mau Kakak

بسم الله الرحمن الرحيم
Sore yang panjang masih bertahan dengan mendung dan rintik-rintik sisa hujan.
Pikiranku berhamburan, lelah. Dari pagi sekali aku sudah berada di luaran.
Akhirnya aku berada di angkot terakhir menuju rumah. Perlahan angkot menepi menjawab sahutan penumpang baru.
Aku geser dudukku menjauhi pintu. Penumpang itu dua bocah 6 tahunan yg kini berada tepat di sampingku. Lelaki dan perempuan, yg satu menggendong yg lain.

"Aa..", isak si gadis meminta sesuatu pada abangnya. Kalimatnya tak kudengar jelas.
"Iya, dik. Nanti kita beli ya", jawab si abang sambil membuat gerakan memantul-mantul menenangkan adiknya. Tak lama, si adik mempererat kalungan lengannya di leher si abang. Mata sembabnya bersinar.

Aku tertegun. Ada haru sekaligus cemburu. Fragmen yg belum pernah tersusun dalam hidupku.

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.