Showing posts with label Medical-Islam. Show all posts
Showing posts with label Medical-Islam. Show all posts

Monday, July 30, 2012

Tetap Maksimal Beribadah Saat Haid

بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamu'alaikum. Hi girls, mendapati haid bukan berarti melenakan tubuh dengan bermalas-malasan. Liburan dari sholat, salah satunya, tidak lantas menjadikan kita libur dari berburu pahala lho. Apalagi sekarang bulan Ramadhan, bulan yang setiap pahala ibadah nilainya berlipat-lipat ganda. Rugi bandarlah yang haid saat Ramadhan? Merasa uring-uringan bin kebingungan karena gak tau ibadah apa yang harus dikerjakan? Gak lagi-lagi deh setelah lanjut baca yang satu ini. 

Definisi Haid
Sayyid Sabiq dalam bukunya, Fiqh Sunnah, menjelaskan tentang haid menurut bahasa berarti "mengalir" (as-sailan). Sedangkan menurut istilah bermakna darah yang keluar dari kemaluan wanita sewaktu dalam kondisi sehat, bukan disebabkan oleh melahirkan atau cedera. 

Secara medis, haid adalah berdarahan secara periodik dan siklik dari rahim, disertai pelepasan dinding rahim. Jelasnya, setiap bulan wanita dewasa akan mengalami perdarahan yang disebabkan oleh peluruhan dinding rahim akibat tidak terjadi pembuahan sel telur oleh sperma. 

Komponen Darah Haid
Darah haid tidak hanya berisi darah. Ada tiga komponen darah haid:
1. Darah
Darah ada adalah komponen utama darah haid (menstruum). Ketika lapisan dinding rahim meluruh, pembuluh darah kecil robek sehingga mengalirkan darah. Pembuluh darah ini akan tertutup (konstriksi) secara normal dan perdarahan pun berhenti
2. Endometrium
Endometrium adalah lapisan rahim yang terdalam. Lapisan ini terdiri dari sel-sel dan jaringan-jaringan yang sudah mati yang keluar seperti gumpalan-gumpalan kecil saat haid.
3. Sel telur 
Sel telur yang tidak dibuahi, satu sel saja, akan meluruh bersama darah haid. Sel ini tidak tampak secara kasat mata.

Karakteristik Darah Haid
Siklus haid normalnya berkisar antara 21-35 hari (rata-rata 28 hari). Lama haid sekitar 3-7 hari. Volume darah yang dibuang sekitar 30-50 ml setiap bulannya. Bila lebih dari 80 ml, haid dikatakan mengalami gangguan (berlebihan). Setiap perempuan memiliki pengalaman masing-masing dalam menentukan kadar darah haidnya berdasarkan seberapa kering/ basah dan jumlah pembalut yang dipakainya setiap haid datang.

Warna darah haid bermacam-macam. Biasanya warnanya merah terang seperti darah dari luka teriris pisau terutama saat awal haid. Warnanya akan lebih gelap (coklat atau hitam) seiring berakhirnya masa haid.

Konsistensi darah haid seperti darah nomal yang keluar dari luka iris. Darah haid juga bisa lebih cair dan tipis lapisannya. Bau darah haid tidak menyengat. Darah haid akan berbau tidak enak bila menetap di dekat vagina 6-8 jam atau terjadi infeksi. Darah haid juga tidak menggumpal karena mengandung zat kimia (antikoagulan) yang mencegah penggumpalan darah. Gumpalan-gumpalan kecil yang terlihat bila haid adalah jaringan dari dinding endometrium.

Hukum Islam Terkait Haid


bersambung ke bagian (2)

Wednesday, December 15, 2010

Penyebab Ca Nasofaring: Ikan Asin, Sumpit atau EBV???

بسم الله الرحمن الرحيم
*Sebuah catatan dari ruh yang penasaran setelah stase di bedah Onkologi


Di stase blok sebelumnya saya pernah ditanya perihal Ca Nasofaring (KNF):
Apa penyebab tersering terjadinya KNF?
Hari pertama masih geleng kepala.
Hari kedua saya dengar kalau salah satu penyebab utamanya adalah ikan asin. Kenapa? karena ada nitrosamin--pengawet karsinogenik--yang terkandung dalam ikan asin. Hal ini berhubungan dengan insidensi KNF pada nelayan atau masyarakat yg sering mengonsumsi ikan asin. Nitrosamine juga digunakan sebagai pengawet pada alat bantu makan di Cina Selatan yaitu sumpit. Makanya insidensi KNF juga tinggi di Cina Selatan.

Itu jawaban yang saya dapat dari mendengar. Cukup sampai di sana saja, tanpa membuka buku lagi saya cukup puas dengan penjelasan itu.

Di Stase blok berikutnya, KNF sempat dibahas kembali. Ikan asin menjadi jawaban bermasalah ketika saya ditanya pertanyaan yang sama oleh orang yang berbeda (perseptor).
"Bukan ikan asinnya...", kata beliau tenang. Saya yang kebingungan. Nah loo...

"Nitrosaminenya, dok.", timpal teman saya. Beliau menggeleng.
"Kejadian KNF memang banyak di Cina Selatan. Setelah diteliti lebih lanjut, faktor pencetus utamanya adalah EBV (Epstein Barr Virus) dan justru rangsangan kronis dari kebiasaan makan merekalah yang menimbulkan Ca"
"Penggunaan sumpit ya, dok?" tanya kami.
"Sumpitnya kenapa?"
"Sumpitnya mengandung nitrosamine", jawab kami berharap jawabannya benar. Kembali beliau kecewa. Hadeeehh...
"Tahu kalian kebiasaan makan orang Cina? Mereka makan bubur pakai sumpit. Agar lebih mudah, mangkuknya didekatkan ke mulut. Nah, UAP PANAS yang terus menerus mengenai mukosa nasofaring-nyalah yang menimbulkan rangsangan kronis tadi", jelas beliau.
"ooooo...", bulat, kompak. Iya gitu?

Lagi-lagi, kawan, itu jawaban yang saya DENGAR. Saya jadi penasaran, apa sih etiologi KNF sebenarnya?
Dua minggu sudah berlalu, baru sekarang sempat saya buka teksbuk tercinta :p gara2 penasaran yang tak tertunda XP.
Mari kita bahas sedikit...

Monday, December 6, 2010

SPF 30 = 2 x SPF 15?

بسم الله الرحمن الرحيم
Istilah SPF mudah ditemukan pada produk sunblock/ tabir surya. SPF adalah kependekan dari sun protecting factor (faktor perlindungan terhadap sinar matahari). Ini menunjukan kemampuan lamanya tabir surya menahan sinar ultraviolet (UVB khususnya).

Tabir surya dengan SPF 15 berarti dapat melindungi kulit kita selama 15 x 10 menit. Waktu ini diambil dari perubahan warna kulit dari normal menjadi kemerahan bila terpapar sinar matahari. Ini berarti tabir surya tersebut dapat melindungi kulit selama 2,5 jam. Setelahnya, kita harus mengoleskan tabir surya kembali.

UVA dan UVB
UVA dan UVB adalah jenis sinar yg membahayakan kulit. UVA memiliki panjang gelombang 320-400nm. Sedangkan UVB gelombangnya lebih pendek yaitu sekitar 290-320 nm. Semakin rendah jangkauannya, semakin rentan kulit menjadi rusak. Baik UVA maupun UVB sama-sama menembus lapisan epidermis, memicu penuaan dini akibat berupa timbulnya 'flek', kerut, tumor jinak pada kulit, kulit menjadi kusam, kering serta kasar akibat berkurangnya kekenyalan kulit. Kedua sinar tersebut juga dapat memicu terjadinya kanker kulit seperti SCC (squamous cell carcinoma).

SPF 30 = 2 x SPF 15?
 “It is logical for someone to think that an SPF of 30 is twice as good as an SPF of 15, and so on, but that is not how it works”, kata Spencer

Friday, February 12, 2010

Asas Kedokteran Islam

بسم الله الرحمن الرحيم

Pada dasarnya kedokteran sifatnya umum dan berlaku secara universal. Akan tetapi di dalamnya ada yag Islami ada pula yang tidak. Islami atau tidak dibedakan berdasarkan sejalan atau tidaknya dengan syara’. Aththibbul Islami atau kedokteran Islam tiada lain adalah ilmu pengobatan yang berasaskan Islam dengan prinsip-prinsip pengobatan, antara lain:

Pertama, mengobati seorang pasien dengan ihsan dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunah nabiNYa.

Kedua, tidak sekali-kali menggunakan obat-obatan yang haram atau tercampuri bahan yang haram. Misalnya menggunakan arak, opium, delfaa, hasyisy, dan darah sebagai obat atau mencampur obat dengan bahan yang haram seperti membuat sirup obat berlarutan alcohol, membuat pil bercampur opium atau menggunakan khamar. Firman Allah SWT dan beberapa hadits Rasulullah SAW tentang larangan menggunakan khamar:

“Mereka bertanya kepadamu dalam perkara khamar dan judi, maka katakanlah bahwa keduanya itu dosa besar tetapi ada kemanfaatan bagi manusia tetapi dosanya lebih besar dari pada manfaatnya itu.” (QS Al Baqarah 2:219)

Dari Wa’il al Hadlrami, sesungguhnya telah bertanya thariq bin suwaid kepada Nabi SAW tentang khamar yang ia jadikan obat. Maka sabda Nabi SAW,”Itu bukanlah obat melainkan penyakit.” (HR Muslim dan Abu Dawud)

Sabda Nabi SAW, “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan dengan sesuatu yang Ia haramkan atasmu.” (HR Al Bukhari)

Sabda Nabi SAW, “Semua yang memabukkan itu khamar, dan semua khamar itu haram.” (HR Muslim)

Sabda Nabi SAW, “Minuman apapun jika kadar banyaknya memabukkan, sedikitnya pun haram.”(HR Tirmidzi)

Banyak ramuan obat oleh ahli farmasi bangsa Eropa menggunakan pepsin babi. Sedangkan di antara obat-obatan ramuan China ada yang mengandung darah, sumsum babi, dan serbuk tulang mayat manusia. Hal tersebut jelas keharamannya. Seperti tertuang dalam firman Allah SWT:

“Haram atasmu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih dengan nama lain dari nama Allah; binatang yang mati tercekik atau terpukul, atau karena jatuh atau karena ditanduk binatang lain dan yang dimakan binatang buas, kecuali jika kamu sembelih binatang itu. Dilarang juga makan binatang yang disembelih atas nama berhala dan meramal nasib baik dan buruk dengan undian anak panah. Yang demikian itu fasiklah…”(QS Al Ma’idah 5:3)

Ketiga, pengobatan itu tidak sekali-kali mencacatkan tubuh, kecuali jika keadaannya sangat darurat dan tidak ada pengobatan lain di saat itu, seperti menggunakan al-kayy bakar ketika digigit ular. Sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya obat itu ada pada tiga perkara yaitu minum madu, ,berbekam dan ber-kayy dengan api, maka terlaranglah bagi umatku ber-kayy dengan api itu.” (HR Al Bukhari)

Syekh Abdurrahman al harani pernah berkata dalam bukunya Thibb al Islami:

“Dalam perkara berobat dengan pengobatan yang mencacatkan itu terdapat darurat atasnya dan dalam obat berbahan haram tiada darurat atasnya karena Allah SWT tidak menurunkan obat dari barang yang haram.” (Thibbul Islami, halaman 406)

Keempat, pengobatan itu tidak berbau takhyul, khurafat, dan bid’ah. Sesungguhnya Islam tidak mengajarkan berobat dengan air wafaq, azimat yang berbau syirik seperti kita dapatkan dalam kitab-kitab yang mengatasnamakan Islam. Islam tidak mengajarkan mantera-mantera dan sihir. Rasulullah bersabda:

“Semua tangkal penangkal, jampi selampik itu syirik.” (HR Ahmad)

“Siapapun yang datang kepada seorang dukun menanyakan suatu perkara lalu membenarkan ucapan dukun itu, kufurlah ia terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad, dan barang siapa datang sambil tidak membenarkannya, tiada diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR Ath Thabrani)

Kelima, Islam tidak membenarkan seseorang yang tidak mengkaji ilmu kedokteran turun mengobati pesien sehingga jika terjadi bahaya, ia harus bertanggungjawab sepenuhnya. Sabda Nabi SAW:

“Jika suatu perkara diserahkan bukan pada ahlinya, tunggulah kehancurannya.”(HR Bukhari)

“Barangsiapa bertindak sebagai tabib, sedang ia sebelumnya belum pernah mengkaji ilmu ath thibb (kedokteran), maka ia harus mengganti kerugian.” (HR Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah)

Keenam, jauhkanlah bagi seorang tabib muslim itu dari iri hati, riya, takabur merendahkan orang lain, tinggi hati, memeras pasien, dan sifat tidak terpuji lainnya. Sabda Nabi SAW:

“Sesungguhnya sesuatu yang aku takutkan itu syirik kecil yaitu riya’” (HR Ahmad)

“Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan kepadaku; hendaklah kamu merendahkan hati agar seseorang tidak melewati batas seseorang dan seseorang tidak bersombong akan seseorang.”(HR Muslim)

“Celakalah sudah penembah dinar dan dirham dan qathifah, jika diberi ia ridha dan jika tidak diberi ia tidak ridha.” (HR Bukhari)

Ketujuh, seorang dokter muslim itu harus berpakaian rapi, bersih dan sebaiknya berpakaian putih. Allah berfirman:

“Dan pakaianmu hendaklah kamu bersihkan dari maksiat dan hendaklah kamu jauhi.” (QS Al Mudatsir 74:4-5)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat serta menyukai orang-orang yang bersih.” (QS Al Bawarah 2: 222)

“Rapikanlah pakaianmu, dan hiasilah kendaraanmu sehingga kamu terpandang dalam pergaulan.” (HR al Hakim)

Menurut pepatah,”Pemurah hati itu pertanda kebersihan hati.” Rasulullah bersabda:

“Pemurah hati itu hampir kepada Allah, kepada surge dan kepada manusia.” (HR Tirmidzi)

“Pakailah pakaian putih, karena sesungguhnya warna putih lebih bersih dan indah, kafanilah mayat-mayatmu dengan kain putih.” (HR Ahmad)

Kedelapan, hendaklah pula institusi kedokteran, rumah sakit, balai pengobatan dan semacamnya menarik hati pengunjung, indah, rapi, dan bersih sehingga menjadi tempat penyiaran Islam.

Kesembilan, jauhkanlah lambang-lambang dan isltilah-istilah yang berasal dari pemujaan pada dewa-dewa (Jahiliyah) ataupun penggunaan lambing keagamaan dari orang-orang Yahudi dan nasrani, walaupun istilah-istilah itu sudah digunakan merata, sudah diakui dan sudah dilatahkan oleh tenaga medis muslim pengikut mereka, yang menjadi muqallid mereka.

“Barangsiapa pun yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk kaum itu.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Dari Aisyah r.a :”Sesungguhnya Rasulullah SAW tidaklah membiarkan di rumahnya sesuatu pun yang menyerupai salib-salib, melainkan diubahnya dan dibatalkannya.” (HR Bukhari)

Syekh Utsman Kurki dalam Kitab Syarah Thibbun Nabi; 390 berkata:

“Adalah Nabi SAW sangat membenci upacara atau semua istilah atau semua lambang yang barasal dari adat agama jahiliyah atau dari ahli kitab, Yahudi, dan Nasrani yang telah merusak wasiat nabinya dan telah mengambil agama lain sebagai penghias bid’ahnya itu.”

Sesungguhnya praktik kedokteran pada zaman Nabi SAW yang dilakukan sendiri oleh beliau adalah mengatur makan dan minum, shaum, minum madu, minum air putih, susu murni, krma dan semacamnya. Nabi SAW pernah berolahraga dan berobat misalnya dengan berbekam. Pada masa beliau pun berkembang pangobatan ramuan, fashid, dan al-kayy bakar. Namun,Nabi kurang menyukai al-kayy bakar karena menyebabkan kecacatan yang bahkan sampai seumur hidup.

Khadem Yamani, Jafar. Mukhtashar Tarikh Tharikat Ath-Thibb/ Ilmu Kedokteran Islam, Sejarah dan Perkembangannya. Dzikra. Bandung: 2005.

Wednesday, December 16, 2009

120 hari: Janin dan Ruh

بسم الله الرحمن الرحيم
Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud ra. berkata, Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam yang jujur dan terpercaya bersabda kepada kami,
"Sesungguhnya penciptaan kalian dikumpulkan dalam rahim ibu, selama 40 hari berupa nutfah (sperma), lalu menjadi alaqah (segumpal darah) selama itu pula, lalu menjadi mudhghah (segumpal daging) selama itu pula. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh dan mencatat 4 perkara yang telah ditentukan, yaitu: rezeki, ajal, amal dan sengsara atau bahagianya...."
(HR Bukhari dan Muslim)



TAHAPAN PERKEMBANGAN JANIN
Hadits ini menjelaskan bahwa selama seratus dua puluh hari janin mengalami 3 kali perkembangan. Perkembangan tersebut terjadi setiap 40 hari.
Empat puluh hari pertama, janin masih berbentuk nuthfah.
Empat puluh hari kedua berbentuk gumpalan darah
Empat puluh hari berikutnya menjadi segumpal daging

Setelah 120 hari, malaikat meniupkan ruh kedalamnya dan ditetapkan bagi janin tersebut empat ketentuan diatas.

Perkembangan janin juga disebutkan dalam Al-Qur'an. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Wahai sekalian manusia jika kalian ragu-ragu terhadap hari kebangkitan, maka (ingatlah) sesungguhnya Aku telah menciptakanmu dari tanah, lalu dari setetes air, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging" (Al-Hajj: 5)

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari satu sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian kami jadikan dia makhluq yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang Paling Baik" (Al-Mukminuun: 12-14)



Dalam ayat ini Allah menyebutkan 4 tahapan penciptaan manusia yang ada dalam hadits di atas dan menambah 4 tahapan yang lain. Sehingga menjadi 7 tahapan. Ibnu Abbas ra. berkata, "Anak Adam diciptakan melalui 7 tahapan". Lalu ia membaca ayat di atas.

Hikmah diciptakannya manusia secara bertahap, padahal Allah sebenarnya mampu untuk menciptakan secara langsung dan dalam waktu yang singkat, adalah untuk menyesuaikan dengan sunatullah yang berlaku di alam semesta. Semuanya berjalan sesuai hukum sebab akibat. Semua ini justru menandakan kekuasaan Allah yang sangat besar.
Hikmah lainnya, agar manusia berhati-hati dalam melakukan segala urusannya, tidak terburu-buru. Juga mengajarkan kepada manusia bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sempurna baik dalam masalah2 batin maupun lahir, adalah dengan melakukannya dengan penuh hati-hati dan bertahap.

PENIUPAN RUH
Para ulama sepakat bahwa ruh ditiupkan pada janin ketika janin berusia seratus duapuluh hari terhitung sejak bertemunya sel sperma dengan ovum. Artinya, peniupan tersebut ketika janin berusia 4 bulan penuh, masuk bulan ke 5. Pada masa inilah segala hukum mulai berlaku padanya. Karena itu wanita yang ditinggal mati suaminya menjalani masa iddah selama 4 bulan 10 hari untuk memastikan bahwa ia tidak hamil dari suaminya yang meninggal, agar tidak menimbulkan keraguan ketika ia menikah lagi lalu hamil.

Ruh adalah sesuatu yang membuat manusia hidup. Ini sepenuhnya urusan Allah swt. sebagaimana yang dinyatakan dalam firmanNya:
"Dan mereka bertanya tentang ruh. Katakanlah, hai Muhammad, 'Bahwa ruh adalah urusan Tuhanku, dan tidaklah ia diberi ilmu kecuali sangat sedikit" (Al-Israa': 85)

Tahapan pertumbuhan janin yang dijelaskan dalam hadits ini , belum terdeteksi oleh ilmu kedokteran kecuali pada masa-masa akhir. Hal ini adalah bukti kemu'jizatan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang sangat nyata.

Sekarang, mari kita tengok sedikit fakta yang telah diungkap oleh ilmu kedokteran:

Seluruh struktur utama (internal dan eksternal) janin berkembang pesat selama pekan keempat sampai kedelapan. Pada akhir periode ini, sistem organ utama telah berkembang, namun fungsinya masih minimal kecuali pada sistem kardiovaskular.
Selama pembentukan jaringan dan organ, janin (embrio) mengalami perubahan bentuk, dan saat akhir pekan ke 8, sudah nampak seperti bayi.
Memasuki pekan ke 9, embrio berganti nama menjadi fetus. Perubahan nama ini berarti sebagai tanda bahwa embrio telah berkembang menjadi makhluk yang dapat dikenali serta seluruh sistem organ utama telah terbentuk.
Sistem organ yang pertama kali berfungsi adalah Sistem kardiovaskuler. Masih ingat kapan pertama kali jantung berdegup di dalam rahim?? Yap, saat awal pekan keempat.

Kalau kita kaitkan hadits diatas dengan penelitian para ahli kedokteran:
Waktu pertama kali jantung berdetak: Awal pekan keempat (sekitar hari ke 22)
Waktu ditiupkannya ruh: Setelah hari ke 120.

Jadi, detak jantung tidak menandakan bahwa ruh telah ada.

Allahu'alam bishshawwab. :) Mohon tanggapannya......



Sumber:
- Al-Wafi Syarah Kitab Arba'in An-Nawawiyah. Fiqhul Hadits Keempat: Tahapan Penciptaan Manusia dan Amalan Terakhirnya.
- Moore & Persaud. The Developing Human. 7th Ed: Elsevier; 2005

Tuesday, September 8, 2009

Tin Buah dari Surga

بسم الله الرحمن الرحيم

Tin Buah
dari Surga


"Demi (buah) tin dan (buah) zaitun, dan demi bukit Sinai." (At-Tin:1-2)

Apa sebenarnya yang terkandung dalam buah tin sehingga Allah membuat catatan khusus. Lantas apa kandungan nutrisi dan manfaatnya bagi kesehatan?


Buah Tin (Ficus carica) dipercaya sebagai fruit from paradise, buah suci dari taman surgawi. Bukan tanpa alasan, selain rasanya yang segar dan lezat, buah ini juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Bahkan manfaat ini juga disebutkan dalam hadits Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Abu Darda ra.

Dalam hadits tersebut dikisahkan Rasulullah diberi buah tin dan memakannya. KEmudian Rasulullah bersabda,"Jika engkau berkata ada buah yang diturunkan dari surga, maka aku bisa katakan, inilah buahnya, karena sesungguhnya buahnya tanpa biji. Oleh karena itu makanlah, karena buah tin ini dapat menyembuhkan wasir dan encok."

Literatur sejarah mencatat kalau buah tin berasal dari Arab dan sudah ada sejak 4000 tahun sebelum masehi. Sekarang pohon tin telah banyak tumbuh dan dibudidayakan secara mordern di negara-negara Timur Tengah, daerah Mediterania dan bahkan Indonesia.

Mentah Matang sama Lezatnya
Buah tin muda berwarna kehijauan. Seiring dengan matangnya buah, warna kulit akan berubah menjadi ungu kehitaman atau kekuningan sesuai dengan varietasnya. Buah muda biasanya dikonsumsi sebagai olahan sayur, dimasak dengan aneka daging atau campuran selada. Jika sudah tua dan matang sangat lezat dikonsumsi sebagai buah meja.

Di Timur Tengah maupun Eropa, tin termasuk buah mewah dan mahal. Dulunya hanya dikonsumsi kalangan bangsawan atau kalangan bangsawan atau saat acara-acara istimewa. Seiring dengan majunya teknologi pertanian, kini buah tin makin mudah didapat dengan harga yang relatif terjangkau.

Orang Eropa menyebut buah tin dengan buah fig. Sepintas buah ini memiliki rasa dan aroma yang mirip dengan jambu biji. Aromanya harum, teksturnya empuk, rasanya keset, manisnya sedang, sedikit mengandung air dan berbiji banyak namun biijnya enak dimakan.

Tingginya kandungan pektin, menjadikan buah ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan baku selai, jelly, jam, maupun marmalade dengan rasa yang lezat dan keharuman yang khas.

Manfaat dan Kandungan Gizinya
Menurut Prof. Dr.Ir. Ali Khomsan, buah2an merupakan sumber serat yang baik. Serat ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran penceranaan. Dengan mengkonsumsi banyak serat maka akan terhindar dari penyakit seperti sembelit. Serat juga dapat mengikat zat karsinogen pemicu timbulnya kanker di saluran cerna.

Berdasarkan penelitian Californaia Fig Nutritional Information, buah tin mengandung serat yang sangat tinggi. Setiap 100 gr buah tin kering terkandung 12.2 g serat sedangkan apel hanya 2.0 g dan jeruk 1.9 g. Serat juga memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga cocok bagi orang yang sedang menjalani diet atau puasa.

Kandungan gula buah juga tinggi, dicerna sedikit demi sedikit di dalam tuubuh karena merupakan gula buah yang komplek. Cocok dikonsumsi sebagai hidangan menu buka atau santap sahur untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa atau memberi energi selama berpuasa.

Dalam penelian lain, disebutkan bahwa tin juga mengandung asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan bagi kesehatan diantaranya omega-3 dan omega-6. Kelebihan yang lain, buah tin rendah lemak, rendah sodium, rendah kalori dan bebas kolesterol sehingga sangat cocok dikonsumsi penderit diabetes mellitus.

Keistimewaan buah ini tidak berhenti sampai disitu. Beragam vitamin dan mineral bermanfaat terkandung didalamnya. Setiap 100 g buah tin mengandunng vitamin A, vitamin C, kalsium dan zat bersi serta kalium. Kalium adalah mineral yang bersifat diuretik sehingga membantu mengeluarkan garam dalam tubuh. Sangat baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Vitamin dan mineral ini sangat diperlukan tubuh untuk menjaga dan memelihara kesehatan organ tubuh kita.Sungguh buah yang kaya manfaat!


Sumber: Majalah Dokter Kita. September 2009.
Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.
Click to view my Personality Profile page