Wednesday, July 18, 2018

Ibu yang Malas Mendidik Anak Lebih Baik

بسم الله الرحمن الرحيم
Dalam sebuah artikel berbahasa Inggris berjudul "Lazy parents raise better kids", diceritakan tentang seorang ibu yang diduga memberi pembebanan keterlaluan terhadap anak-anaknya. (Cek artikel diakhir postingan). Menurut saya sih tidak sebegitunya. Malah saya setuju sekali.  Buat saya memang ngga boleh kebanyakan rasa kasihan ke anak; kasihan nanti repot, kasihan nanti lama, kasihan nanti capek, kasihan ini itu. Ada saatnya membantu anak, tapi untuk melatih anak, ngga usah menunggu sampai   dia punya KTP.  Tuntutan hidupnya udah semakin banyak, tubuh kita sudah cukup menua nanti (ya kalau masih ada usia).

Lihat tuh (pada artikel terlampir) 13 tahun sudah bisa diandalkan mengatur anggaran rumah tangga. Di tempat lain ada yg 5 tahun sudah menyetrika bajunya sendiri. Pernah baca berita ada yg 4 tahun mengurusi keperluan ibunya karena kakinya lumpuh. Yang punya anak banyak?  kakak tertua dilatih agar menjadi contoh bagi adik-adiknya berbagi peran dalam rumah tangga. yg komentar diartikel ini juga merasa bangga, walaupun saat kecil dibebani tugas, tapi kelak itu memudahkan kehidupan mereka. jangan salah, anak-anak itu luar biasa. dan buat saya rumah tangga itu bukan hanya aku dan kamu, tapi juga kalian anak-anak. Masak aku sudah jadi nenek kalian masih sekelas balita? 😆

########

Lazy parents raise better kids

I posted a photo of our 13 year old doing her end of the month calculations. She handles our household grocery budget each month. I was shocked t how many messages I got telling me she was too young to have so much responsibility. They labeled me a lazy mom and I took it as a compliment (though I’m not sure that’s how it was meant lol).

I’m purposefully lazy and my kids are thriving because of it. I have more energy than most, I could easily handle everything for them but I don’t because I want them to learn to do it for themselves.
I love the harsh, judgmental looks and comments I get from other parents when they see my kids doing things deemed “too hard” for them. “What a lazy mom. Those poor kids,” they whisper. Yea, well they can judge me all they want but I’m preparing my kids to not need me. And I personally believe that’s the greatest gift I can give them.

I think we severely underestimate our children. They are far more capable and dependable than we will allow them to be. Most of us are over-scheduled control freaks and we don’t create the time we need to let our kids try and fail and then try again. We’re too busy to be lazy and it’s hurting our kids. Children that are treated like they are capable become capable.
And it starts small...it starts with the toddler who wants to help do the dishes and you end up with a tsunami in your dish room or the 4 year old who wants to take the trash out when you’re on our way out the door- it takes 20 minutes instead of the 2 it would have taken you because the trash bag is the same size as them, it got a hole in it cause it was dragging the ground and you pretty much have to sanitize their whole body now cause they’ve somehow managed to touch every part of the trash bag. Now you’re late for your appointment but your kid is feeling empowered  and damn it, that needs to be worth it.

It takes patience and determination to be a lazy parent. Because the way they do it won’t be perfect (at first), they’ll make ungodly messes, it will be crooked and mismatched, things will break, and it will likely take 4 times longer than if you just did it yourself. And it’s hard to watch them struggle, we love them and we want to make life easy for them. But life isn’t easy, it’s fucking hard and we are doing them a great disservice when we don’t let them struggle and prove to themselves that they are little badasses.

Ive noticed a lot of people wait because they are going to get hurt, they don’t have time or they like their house to stay looking magazine worthy and a 3 year old learning to organize their own space or make their own breakfast has rough edges.

The struggle is real, but you simply need to get over it because raising capable adults doesn’t start at age 16 when they can’t do anything for themselves, it start at age 3 when they need you to back off and let them make a tsunami in your dish room.

Do yourself and your kids a favor and be a lazy parent. Back off and let them try.

Brooke Hampton,
‘lazy mom of three wildly capable humans’
(Disadur dari Laman Facebook: Holy Flow Parenting dg judul yang sama)

Tuesday, July 17, 2018

Terkabulnya Doa

بسم الله الرحمن الرحيم
"Demi masa"

Saat Rabb semesta alam bersumpah atas waktu
Atas sesuatu yang tidak dapat diputarbalikan barang seperdetikpun
Bukan main!
Dan sungguh bukanlah permainan!

Kadang kita lupa apa yang terjadi pada masa lalu
Dan kita tidak pernah diberi kesempatan tentang yang akan terjadi di masa depan
Kecuali segelintir
Saat itu lah kita punya kesempatan untuk mengubah takdir dengan berusaha dan berdoa
Tapi...
Sebagaimana pun doa kita
Bila kita tidak melakukan persiapan menjemput doa itu
Maka kemungkinan terkabulnya akan semakin lama

Kalau diingat, rasa rasanya baru sebentar saja berdoa
Rasa rasanya mudah saja bagiNya mengabulkan doa saya
Padahal..
Entah berapa ribu kali doa itu melangit
Dengan redaksi yg hampir tidak berubah
Entah berapa ratus purnama
Entah berapa tetes air mata
Entah sampai seberapa matinya hati saya
Sampai Allah nilai saya mampu
Dan ketika saatnya tiba, saya pun bertanya tanya;
benar kah secepat ini?

Apapun itu, Alhamdulillah ya Rabb 😭
Terimakasih sudah sayang sekali sama diri yg penuh dosa ini.

Mahabenar Allah dengan segala firmannya. 
Saya semakin yakin, doa remeh yg terus menerus dipanjatkan saja Allah kabulkan, apalagi doa serius?
Serius saya sebagai hambaNya
Serius saya sebagai anak
Sebagai istri
Sebagai ibu
Sebagai dokter
Sebagai sahabat
Sebagai saudara
?


Tuesday, November 1, 2016

Ready Stock Vaksin di Rumah Vaksinasi Pasteur Bandung

بسم الله الرحمن الرحيم
Anda berencana ke luar negeri dan membutuhkan vaksinasi? 
Anda bertugas di perkapalan dan membutuhkan vaksinasi?
Anda memiliki buah hati yang memerlukan vaksinasi lengkap?


Yuk, ke Rumah Vaksinasi. Ready: Vaksin: varicella/ varisela / cacar air, hepatitis A anak dan dewasa, typhoid / tifoid/ typus/ tipes, influenza/ flu anak dan dewasa dsb.

Cabangnya banyak. Silakan di search dengan kata kunci: www.rumahvaksinasi.net. Download juga pricelistnya.
Sedia vaksinasi lengkap dengan harga terjangkau. Yang nyuntik dokter lho! Saya sih maksudnya 😉

Salam,
Intan
Dokter Pelaksana
Rumah Vaksinasi Pasteur Bandung
Jl. prof Eyckman no 25 pasteur sukajadi bandung (belakang gedung biofarma pasteur)

Parenting | Menyiapkan Anak Lelaki Muslim Mimpi Basah

بسم الله الرحمن الرحيم
Dear Parents…
Tahukah Anda, bahwa anak laki-laki yang belum baligh dijadikan sasaran tembak bisnis pornografi internasional? Mengapa demikian? Karena anak laki-laki cenderung
menggunakan otak kiri dan alat kemaluannya berada di luar. Di berbagai media (Komik, Games, PS, Internet, VCD, HP), mereka menampilkan gambar-gambar yang mengandung materi pornografi, melalui tampilan yang dekat dan akrab dengan dunia anak-anak. Dengan berbagai rangsangan yang cukup banyak dari media-
media tersebut, dan asupan gizi yang diterima anak-anak dari makanannya, hormon testosterone di dalam tubuh bergerak 20 kali lebih cepat. Sehingga, testis mulai memproduksi sperma. Dan kantung sperma menjadi penuh. Karena itu, anak laki-laki kita dengan mudahnya mengeluarkan mani lebih cepat dari yang lainnya dan kadang-kadang, dengan banyaknya ‘rangsangan’ dari berbagai media tersebut, mereka tidak perlu dengan bermimpi!

Dear Parents…
Menyiapkan anak kita memasuki masa baligh adalah tantangan besar bagi kita sebagai orangtua. Kelihatannya sepele, namun sangat penting bagi mereka untuk mengetahui seputar masa baligh agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki seksualitas yang sehat, lurus dan benar. Memang banyak kendala yang kita hadapi: tabu & saru, bagaimana harus memulainya, kapan waktu yang tepat untuk memulai, sejauh mana yang harus kita bicarakan, dan lain-lain. Memang tidak mudah untuk mendobrak kendala-kendala tersebut, namun jika kita tidak melakukannya sejak dini, bisa jadi
mereka mendapatkan informasi-informasi yang salah dari sumber yang tidak jelas.

Jadi, salah satu kewajiban orang tua adalah menyiapkan putra/putrinya memasuki masa puber/baligh. Biasanya anak perempuan yang lebih sering dipersiapkan untuk memasuki masa menstruasi. Jarang, para ayah yang menyiapkan anak laki-lakinya menghadapi mimpi basah. Ini adalahtanggung jawab Ayah untuk membicarakannya kepada mereka.

Mengapa harus ayah? Karena anak laki-laki yang berusia di atas 7 tahun, butuh waktu yang lebih banyak dengan ayahnya,dari pada dengan ibunya. Dan jika bicara seputar mimpi basah,ibu tentu tidak terlalu menguasai hal-hal seputar mimpi basah dan tidak pernah mengalaminya bukan? Namun, bila karena satu hal, ayah tak sempat dan tidak punya waktu untuk itu, ibu-lah yang harus mengambil tanggung jawab ini.

Tips Menyiapkan Anak Laki-laki Menghadapi Mimpi Basah
Untuk pertama kali, kita akan membicarakan tentang apa itu mimpi basah, dan bedanya mani dengan madzi, dan apa yang harus dilakukan jika keluar cairan tersebut. Agar anak bisa membedakan antara mani dengan madzi, persiapkan terlebih dahulu alat-alatnya:

- Untuk mani: Aduk kanji/tepung sagu dengan air, jangan terlalu
encer, hingga masih ada butir-butir kecilnya. Beri sedikit bubuk
kunyit, hingga menjadi agak kuning.Taruh di wadah/botol.
- Untuk madzi: Beli lem khusus, seperti lem UHU.
Berikutnya siapkan waktu khusus dengan anak untuk membicarakannya. Apa saja yang harus disampaikan:

- Pertama, sampaikan kepada mereka bahwa saat ini mereka telah tumbuh berkembang menjadi remaja, dengan adanya perubahan-perubahan pada fisik
mereka. Dan sebentar lagi mereka akan memasuki masa puber /baligh.
Contoh : “Nak.. ayah lihat kamu sudah semakin besar saja ya. Tuh coba lihat tungkai kakimu sudah semakin panjang, suaramu sudah agak berat. Waah..anak ayah sudah mau jadi remaja nih. Nah, ayah mau bicarain sama kamu tentang hal penting menjelang seorang anak menjadi remaja atau istilahnya ia memasuki masa puber / baligh”

- Di awal, mungkin mereka akan
merasa jengah dan malu.Namun, yakinkan kepada mereka,bahwa membicarakan masalah tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tua, yang nanti akan ditanyakan oleh Allah di akhirat.

- Ketika berbicara dengan anak laki-laki yang belum baligh, gunakan the power of touch. Sentuh bahu atau kepala mereka. Hal ini telah dicontohkan oleh Rosulullah Muhammad yang sering mengusap bahu atau kepala anak laki-laki yang belum baligh.
Hal ini dapat menumbuhkan keakraban antara ayah dengan anak. Jika sudah baligh, mereka tidak akan mau kita sentuh.

- Gunakan juga jangkar emosi (panggilan khusus, yang bisa mendekatkan hubungan kita dengan anak), misalnya: nak, buah hati papa, jagoan ayah, dan lain-lain.

- Sampaikan kepada anak kita:
Tentang mimpi basah & mani. Bahwa karena ia telah memiliki
tanda-tanda / ciri-ciri memasuki masa puber, maka pada suatu malam nanti, ia akan mengalami mimpi sedang bermesraan dengan perempuan yang dikenal
ataupun tidak dikenal. Dan pada saat terbangun, ia akan mendapatkan cairan yang disebut mani. (Kita beri tahukan kepada mereka contoh cairannya, yaitu cairan tepung kanji yang telah kita persiapkan). Peristiwa itu disebut mimpi basah.

• Jika seorang anak laki-laki telah mengalami mimpi basah,
tandanya ia sudah menjadi seorang remaja / dewasa muda. Dan mulai saat itu, ia sudah bertanggung jawab kepada Tuhan atas segala perbuatan yang ia lakukan, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Pahala dan dosa atas perbuatannya itu akan menjadi tanggungannya. Dalam agama Islam, ia disebut sudah mukallaf.

• Beritahukan kewajiban yang harus dilakukan setelah mengalami
mimpi basah (sesuai dengan ajaran agama masing-masing). Dalam
Islam, orang yang mimpi basah diwajibkan untuk mandi besar/mandi junub, yaitu :
1. Bersihkan kemaluan dari cairan
sperma yang masih menempel.
2. Cuci kedua tangan.
3. Berniat untuk bersuci ("Aku berniat mensucikan diri dari
hadats besar karena Allah"). Minta ia untuk melafalkannya.
4. Berwudhu.
5. Mandi, minimal menyiram air ke
bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, dan ke bagian sebelah kiri
sebanyak tiga kali, hingga
seluruh anggota tubuh terkena air.
6. Cuci kaki sebanyak tiga kali.

• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan Tentang madzi Jika ia melihat hal-hal / gambar-gambar yang tidak pantas dilihat oleh anak (gambar yang tak senonoh),maka bisa jadi, ia akan
mengeluarkan cairan yang disebut madzi. (Kita beri tahukan
kepada mereka contoh cairannya, yaitu lem UHU).

• Cara membersihkannya cukup dengan: mencuci kemaluan, mencuci tangan lalu berwudhu.

• Ingatkan kepadanya, jika ia tidak melakukannya, ia tidak bisa
sholat dan tidak bisa membaca Al-Qur’an.

• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan.

Hal penting yang harus kita ingat sebelum membicarakan masalah ini kepada anak adalah kita berlatih dahulu bagaimana cara menyampaikannya. Mengapa ? Agar komunikasi yang akan kita lakukan tidak tegang, dan berjalan dengan hangat. Agar anak merasa nyaman dan ia dapat menerima pesan yang kita sampaikan dengan baik.
Selamat mencoba …

Sumber: Penulis: Elly Risman Ykbh
Please Like and Share

Monday, February 29, 2016

Liebe ist

بسم الله الرحمن الرحيم
Tugas di Goethe nih. Lucu deh pas Frau bagi-bagiin kertas pink bentuk hati. Kirain disuruh bikin surat cinta heuheu.
Deskripsi cinta bagi saya sederhana. Seperti tulisan penyair terkenal Prof Sapardi Joko Damono. Tapi entah yang terpikir malah kalimat begitu. "Cinta adalah sesuatu yg ngga perlu dipikirkan, tapi dirasakan keberadaannya." 
Was ist Liebe für dich?
Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.