Tuesday, November 2, 2010

Antara RM dan KFR

بسم الله الرحمن الرحيم
RM dan KFR
Spesialis Rehabilitasi Medik (Sp.RM) kini berganti nama menjadi Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR). Masih terasa asing di telinga, memang, karena beberapa tahun ini masih sosialisasi nama baru tersebut. Tapi, mulai tahun ini dokter yang sudah lulus sudah menyandang gelar Sp.KFR

Bagian lama yang menjadi baru
Mulai tahun ini bagian RM RSHS akan rutin dikunjungi koas angkatan 2006 dst. Seminggu saja, ah, bahkan hanya 5 hari dengan target 3 BST, 1 CRS dan 1 CSS, selebihnya: Stase di poli neuro, muskulo dan pediatri terus ikut Morning Report (MR) di gedung Eyckman lantai 4 di hari Selasa-Kamis.

MRnya pakai bahasa Inggris euy.. asik kan, merhatiin Residen & Konsulen cas cis cus dalam bahasa Inggris. Meskipun not fully in English, but it is such an improvement in our medical educational process. *Jiaah, jd ikut2 ngEnglish* Di bagian sebelumnya kami ga ada kewajiban ikut MR jadi kurang tau apakah bagian lain juga menyampaikan dalam bahasa Inggris #belumtanya2.com#. Btw, hari ini MR pertama bagi kelompok saya. Pertama denger salam pembuka, beberapa dari kami spontan mengangkat alis dan saling berpandang. Kalau teks dlm bhs Inggris kan dah biasa, tapi explaining in English yg kurang biasa. :) Sambil kasak kusuk mendiskusikan case di barisan koas, ada bonus kasak kusuk menanggapi vocab yg digunakan presentan. Rame, jd sekalian belajar bahasa :)


 
Aspek yg dipelajari

Di Rehab, sama seperti bagian lainnya selalu ada kepentingan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Tapi disini ditambah satu lagi yaitu kembali ke promotif. Setelah menentukan diagnosis penyakit dan diagnosis fungsional (impairment, disability dan handycap), pasien dibantu memaksimalkan potensi yang masih ada (tersisa) pada konsisi tubuhnya yang sekarang. Pasien diberi program baik itu edukasi maupun terapi. Fungsi penting rehabilitasi medik tidak hanya memikirkan kondisi pasien saja, tapi juga kondisi sekitar pasien; apakah keadaan rumah masih mendukung kegiatan sehari-hari pasien (co: px stroke), apakah menjadi sangat ketergantungan pd keluarga, bagaimana di masyarakat nanti?

Jadi tanggung jawab tenaga kesehatan KFR tidak berakhir saat penderita dinyatakan sembuh tapi berlanjut sampai pasien sebisa mungkin hidup mandiri dan kembali ke lingkungan masyarakatnya baik dalam aspek fisik, mental-psikologis, sosial, budaya, spiritual dan pekerjaannya.


Hari#2 di RM. Semoga bisa meraup ilmu sebanyak-banyaknya.

1 komentar:

om aip said...

Baru tau...

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.