Sunday, October 31, 2010

Aku Bukan Sariawan Biasa

بسم الله الرحمن الرحيم
tolong dinyanyikan judul di atas seperti lagunya Yovie & d'Nuno ^^v
Yep, yep.. lupakan hal itu.. ga penting :p

Sariawan yg dalam bahasa kedokteran disebut stomatitis adalah salah satu lesi mukosa oral yg sering dijumpai. Stomatitis, baik itu jenis aphthosa maupun herpes, termasuk dalam daftar penyakit SKDI level 4 yang berarti kita sebagai dokter umum harus bisa mendiagnosis dan melakukan perawatan hingga tuntas.
(Lihat SKDI 2006 halaman 46)



Stomatitis Aphthosa
Sekarang mari kita bahas tentang stomatitis aphthosa. Ada yg menarik, teman2. Stomatitis aphthosa yg lebih enak disebut dengan sariawan bisa bersifat kambuhan, berulang atau rekuren (sama sajaa). Namanya jadi recurrent aphthous ulcers (RAUs) dengan etiologi yang belum diketahui. Satu sariawan "biasa" yang kecil saja bisa menyebabkan sakit yang "menggemaskan", bikin stres, berasa bibir jadi dower. Namun, ternyata jika tidak kita pedulikan selama seminggu, taraa.. sariawan itu bisa hilang begitu saja. Lain halnya jika sariawan itu besaaar, tentu waktu penyembuhannya pun semakin lama, bisa mingguan bahkan bulanan.

Sariawan, terlihat simpel, tapi hati-hati jika diagnosis tidak tepat justru bisa bikin sariawan tambah parah dan tidak juga sembuh. Pada beberapa kasus, ulkus yang sama seperti di bibir bisa juga ditemukan di genitalia (kemaluan). Sariawan juga bisa menjadi indikasi adanya penyakit sistemik seperti Behçet syndrome, SLE dan inflammatory bowel disease.

Penyebab sariawan berulang
Telah disebutkan sebelumnya bahwa RAU belum diketahui secara pasti penyebabnya apa. Penyebabnya bisa multifaktor seperti:
- Luka tergigit, luka karena gigi tidak rata/ tajam, mengkonsumsi makanan atau minuman panas, kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi tubuh yang tidak fit.
- Genetik, misalnya pada kembar identik; si kembar A sariawan, si kembar A aksen juga sariawan.
- Gangguan sistem imun. Sel limfosit dan monosit yg sitotoksik dapat mengakibatkan terbentuknya ulkus pd mukosa. Pemicunya belum diketahui bisa karena alergi, radikal bebas, dll.
- Infeksi mikroba
- Defisiensi zat
Kurang vitamin C? Tidak hanya itu saja ternyata. Sariawan bisa disebabkan oleh kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B6 dan B12.

Penanggulangan
Seperti penyakit pada umumnya, terapi stomatitis diberikan sesuai dengan penyebabnya. Bila tidak disebabkan oleh penyakit sistemik, harus dicek lagi apa yang menyebabkan sariawan tersebut.
Bila kebersihan mulut menjadi penyebabnya, maka solusinya adalah meningkatkan oral hygiene: membersihkan plak (dg scalling), membersihkan lidah, menambal lubang gigi (karies), menyikat gigi dengan benar dan teratur, dll. Bentuk gigi yang tajam, misalnya gigi patah, juga harus diperhatikan karena dapat melukai mukosa. Pasien yang saya temui di poli gigi menderita sariawan karena ada 2 akar gigi yang tajam sehingga mau tidak mau harus dicabut agar tidak menimbulkan rekuren stomatitis.
Pada sariawan yang disebabkan oleh defisiensi zat, terapinya tinggal menambah zat2 tersebut yaitu memakan makanan yang banyak mengandung vitamin C dan B, asam folat atau zat besi.

Salam sehat, semoga bermanfaat!
Bacaan:
1. KKI.Standar Kompetensi Dokter Indonesia.2006
2. Aphthous Stomatitis. Cited: 31-10-10 from http://emedicine.medscape.com/article/1075570-overview
3. Suryani, drg.Sp.Perio.Oral Lesions.Meet the Expert Bagian Gigi & Mulut RSHS.29 Oktober 2010

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.