Saturday, February 6, 2010

KKNM (part 2): Refleksi

بسم الله الرحمن الرحيم
Buat apa sih KKN?
Kok dicampur (fakultasya)?
Buat apa nginep segala?
Sabtu minggu KKN? Kapan kita libur???
Apaaaa? masih harus piket diantara hari Senin sampai Jumat??

Masih banyak tanya menjelang KKN waktu itu. Bukan hanya tanya sih, komentar-komentar yang ga enak di dengar juga banyak.

Saya penasaran, seberapa asik sih KKN? Mencoba membangun pertanyaan positif ceritanya. Rumor yang beredar di FK ga begitu parah. Justru kebanyakan akang teteh yang saya tanya senang dengan KKNnya masing-masing. Hampir semua bilang, KKN itu berkesan. Dari yang jauhnya dahsyat abis, ada juga teteh yang jadi Kordes (Koordinator Desa aka Ketua Kelompok KKN), bikin balai pengobatan dan saya ikut bantu waktu itu berhubung TMA ;) dan banyak lagi.
Tapi yang pasti buat anak FK rapor KKNnya nyaris flat A. Yang nilainya B hanya beberapa saja.

Ohya, ga hanya dari kalangan mahasiswa, dosen2 pun seru berkomentar. KKN FK itu harusnya dipisahkan karena SKSnya meminjam mata kuliah PHOP (public health). Dosen2 PHOP ingin mengadakan KKN khusus, tentunya tentang kesehatan masyarakat. Setahu saya jaman angkatan 2004 ada KKN tambahan, namanya PBL (Praktek belajar lapangan, bukan Problem-based learning yaa,,). PBL khusus untuk implementasi matkul PHOP, jadi anggotanya yaa anak2 FK aja.

Menuai protes dari mahasiswa yang merasa SKSnya bertambah banyak, waktu untuk mengerjakan LI (learning issue aka PR) semakin sempit, bahkan disempat2kan dikerjakan di tempat KKN, dan terakhir waktu libur yang hampir-hampir tidak ada (Walau pada akhirnya ga ada waktu libur juga kerena kebijakan universitas). Tapi sudah 2 tahun ini PBL ditiadakan. Gimana ga baik n perhatian tuh dosen2 FK? Rela melepaskan anak didiknya untuk kepentingan universitas. Padahal kalau dicermati, justru PBL yang lebih aplikatif buat FK. Ilmu yang dimiliki benar-benar di'turun'kan.
Pertanyaannya, jadi KKN Univ salah? Salah sih ngga, semua ada untung ruginya. Ruginya, ya kurang aplikatif dan intensif dengan masyarakat tentang kesehatan. Untungnya, dunia kita jadi berwarna. Karena mengenal banyak teman selain dari FK. Kenal mereka, berarti kenal apa yang mereka pelajari dan kerjakan di fakultas masing-masing. Tahu watak yang beragam, jauh lebih beragam dari pada watak anak FK.










Kenal tentang rumus ekonomi tentang saham dan keuangan negara, sampai perhitungan pajak buat dokter. Kenal tentang inseminasi buatan dari anak peternakan. Kenal dengan orang yang superduper logis, yang semua hal itu selalu dikaitkan dengan sesuatu secara detail. Kenal dengan pakar hukum negara yang ga suka forensik sampai membahas hukum kesehatan (KUHP ttg Aborsi). Kenal dengan peng-OSPEK geologi yang memang luar biasa parah.(Sayang selama jadi anggota TMA saya belum sempat jadi tim medis ospek geologi). Kenal dengan juragan lele dan juragan kambing (atau domba ya??). Kenal dengan master bahasa Mandarin yang ga suka bahasa Inggris. Belajar masak dari ahlul masak dari MIPA. Belajar agama dari teteh yang luar biasa. Belajar mengajar dengan adik-adik di Desa. Belajar bahasa Sunda dan belajar bersama masyarakat (sesuai tujuan KKN ;p). Belajar main gitar. Belajar dan belajar macem2! Banyak banget dah pokoknya dari hal-hal yang penting dan tidak penting dibicarakan disini.




Jadi, jawaban atas pertanyaan saya sendiri: KKN itu asik. Alhamdulillah luar biasa ngangenin!!

Biarlah aplikasi ilmu medis dirasakan selama koas dan magang nanti. Semoga bisa PTT juga keluar daerah (aamiin).



































=someone who's missing you all=
KKNM ceria Desa Pamekaran ;)
Semoga kita lulus sarjana tahun ini dengan hasil yang memuaskan!

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.