Thursday, February 4, 2010

Mata

بسم الله الرحمن الرحيم
Ditengah jenuhnya bersibuk mengerjakan skripsi, penat karena tidak juga selesai, malas pula sering melanda karena banyaknya literatur yg harus dibaca, terkadang ada lintasan hal2 indah: sejumput kenangan atau sejuta impian.

Satu hal yg cukup menghibur dalam kondisi seperti itu: melihat folder2 foto. Foto bagi sebagian orang terlarang, tapi bagi saya foto adalah rekaman memori juga barang bukti tentang jejak-jejak yg pernah dilalui dari masa ke masa. Para fotografer pun punya alasan tertentu mengapa mereka begitu suka menjepret model mereka seartistik mungkin. Tapi bagi saya, yg punya keterbatasan memori, keindahan foto tidak hanya terbatas dari diafragma dan fokus lensa tapi dari makna dibalik sepersekian detik kejadian demi kejadian itu diabadikan.

Ah, jadi curcol deh..
Kembali ke judul kita (kitaaa?!), ada sefolder foto yg mengingatkan saya tentang beberapa orang yg mengesankan. Kalau bagi teman saya mungkin dia akan berkata luar biasa. Ini tentang mata. Mata yg jadi indikator kejujuran. Mata yg bercerita tentang hati. Mata yg sering menampakan lapang dan sempitnya jiwa.

Lalu saya teringat dengan mata bening seseorang. Seseorang yang mengaku penat dengan banyak urusan orang lain. Tapi entah bagi saya dia menikmatinya. Ada kebahagiaan yg terpancar, ada dunia indah dibening matanya. Tapi jg ada rahasia dan strategi.
Entah kapan saya bisa bertemu lagi. Mata yg juga membuat sekelilingnya bahagia.

Ada lagi, mata yg lain..tapi lain kali aja ah..
Saya mau melanjutkan skripsi lagi.

^o^/ semangat! Semoga Allah Menjaga kita semua.

3 komentar:

Art said...

jadi ingat juga buku Kisah Mata-nya Seno Gumira Ajidarma...
Foto adalah mata dari fotografernya.

Paradoks.
Multitafsir.
Isi hati.
Isi kepala.

:)

Anonymous said...

penasaran dengan mata itu ?? klo bolee tw mata siapa ukh ?
sambung lg dong ceritanyaa :D

Intan said...

Art: Wah, saya belum pernah baca. Jadi penasaran. Makasih infonya. ^^, Mata, ntah bagaimana, selalu tampak jujur dari apapun bagi saya hingga kini.

Anonym: (siapa ni?) Mata teman saya dari Sunda. Kalau disebut nanti dia baca GR pula :D .

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.