Tuesday, August 4, 2009

Ikhwanun dan Ikhwatun

بسم الله الرحمن الرحيم

Terinspirasi khutbah nikah untuk akhi dan ukhti Teknik Fisika ITB sepekan silam. Entah mengapa, begitu 'menghantui'. Ini tentang khutbah, sesuatu yang saya incar bila ada karib kerabat melangsungkan pernikahan. Ini berarti juga tentang akad mestinya, karena khutbah nikah disampaikan sebelum akad berlangsung.

Sebelum beranjak ke isi khutbah itu.. Saya baca sebentar tentang khutbah nikah. Kalau khutbah Jumat teman2 pasti pada ngeh yah hukumnya. Nah, khutbah nikah itu sunah ternyata. Isinya berupa PESAN-PESAN kepada calon mempelai. Hal ini seperti yang terjadi di zaman Rasulullah. (Takariawan, Cahyadi.Di Jalan Dakwah Aku Menikah. 2008: 106)

Berhubungan dengan isi pesannya, macam2 redaksi katanya. Eniwei, saya sempat bertanya-tanya dalam hati tentang petugas dari KUA atau ustadz yg memberi khutbah, apa setiap khutbah yg mereka sampaikan itu sama tema bahkan se-judul2nya yaaa?
Pertanyaan itu baru terjawab setelah akad sahabat saya yg satu ini. Luar biasa, lambat ya saya ini.. Hya masa teksnya samaaa..Habis selama ini kalau datang ke akad isinya sama sii.. (ngeles)

Nah, penasaran tentang khutbahnya? Saya coba sampaikan seingat saya..
Pak Ustadz memulai dengan penjabaran makna IKHWATUN dan IKHWANUN.
"Ikhwatun dan Ikhwanun artinya sama; BERSAUDARA. Ikhwatun artinya bersaudara karena nasab (keturunan). Berarti ada hubungan biologis, sedarah. Sementara ikhwanun itu bersaudara karena pertemanan. Sama sekali tidak ada hubungan darah."

Menariknya adalah...
"mengapa Allah membahasakan ikhwatun kepada semua mukmin? Seperti yang tertuang dalam surat Al'Hujurat ayat 10:

Inna mal mu'minuuna ikhwatun fa ashlihuu baina akhawaatikum wat taqullaha la'alakum turhamun.
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."

"Allah menjadikan para mukmin itu bersaudara layakya saudara kandung. Saudara seperjuangan dunia dan akhirat, hidup dan mati. Susah senang ditanggung bersama. Bahkan Allah mengumpamakan bila ada saudara kita yg sakit, itu seperti satu bagian tubuh yang sakit dan semua bagian tubuh merasa sakit. Begitulah Allah menjadikan umat mukmin bersaudara.

Lalu, mengapa mereka bisa ber'saudara-kandung' adalah karena Al-Qur'an menjadi ibu bagi mereka. Jadi, untuk kalian (kedua mempelai-red), jadikan pernikahan ini bukan sekedar 'ikhwanun' bagi kalian. Pernikahan bukan hanya mencari teman hidup. Tapi juga teman hidup dan mati.

Dan jangan hanya menjadikan kalian muslim yang baik tapi juga mukmin. Maka bertakwalah kepada Allah dan RasulNya!"

Begitulah saudaraku.. sungguh khutbah yang indah dan menambah ilmu bagiku..
Semoga penggenap dienku bisa menjadi ikhwah seperti saudara kandung. Qawam atas diriku dan keluargaku dalam hidup dan matiku. Peng-istiqamah dalam titian Shiratal Mustaqim..

Sekian.
Allahu'alam bish shawab.
Afwan bila ada salah kata dan arti. Tolong dibetulkan.

2 komentar:

Ikhwan Achmadi said...

Wahh. mntab y tlisnnya.............. salam slam

hanif said...

ada salah ketik, seharusnya faaslihu baina akhwaekum..bukan akhwatikum...

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.