Wednesday, November 24, 2010

Curhat Penjaga THT (Episode Menanti Panggilan OLCE)

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, jaga THT selesai..^^ dengan menyenangkan..
Berkesempatan ke IGD melakukan tindakan ataupun hanya observasi..
Juga ke OK, melakukan tindakan juga..ya..bantu2 residen.. *kan kita koas :)
Juga jaga ruang conference sambil internetan..heuuuu.. angkat telpon, bimbingan, baca2, tidur :p

Berhasil melihat pasien2 emergensi THT di waktu siang pun malam..
Epistaksis posterior pada ibu hamil.. Epistaksis posterior pada bapak yg tidak hamil *ya iya :p* dengan segala riwayat yang tidak diketahui aka idiopatik setelah berbagai pemeriksaan dilakukan..
Melihat insisi drainase pada pasien dg abses Retrofaring+Parafaring...
dll..
sampai yang terakhir kemarin:
Melihat tindakan mengambil corpal (corpus alienum) kikil dengan esofagoskop.
Pasiennya seorang kakek
dengan kesadaran CM dan tampak sakit ringan. Saat diajak ke ruang tindakan beliau tidak menjawab, maklum kesakitan kalau berbicara. Lalu, letak infus diperbaiki, saturasi O2 terukur baik dan pasien diposisikan sedemikian rupa sehingga kolom udara (air column) horizontal sambil diinjeksikan SA.
Pasien mulai tenang dan semakin tenang namun tetap sadar. Diawali dengan ucapan basmallah, sang dokter lalu memasukan esofagoskop.. belum masuk ke trachea pasien nampak kesakitan.. sementara sang kikil berada dilevel C5-C6, sehingga esofagoskop harus terus dimasukan..

"pak, yang tenang ya pak..dilemaskan biar ga terlalu sakit..", kata operator.

Sampai akhirnya, kikil itu terlihat dan diambil. Ternyata berupa serpihan. Dan serpihan terakhir yang paling besar, tidak bisa "dicapit" dengan berulangkali capitan. Baru setengah jalan, pasien kembali mengaduh sehingga esofagoskop harus dikeluarkan.
Kemudian esofagoskop dimasukan kembali. Kali ini nampaknya terlalu dalam, sampai2 kikil terakhir tak tampak. Nah lo??

"Bang, sudah,..sudah terlalu dalam. Kikilnya dibiarkan saja", kata residen lainnya. Dibiarkan saja maksudnya biar kikil masuk ke lambung dan keluar secara fisiologis.
Hm.,,
hm,,,
*mikir nampak ada yg kurang*
hm...
tapi anak2 saja kl ada korpal dan tidak ada keluhan dibiarkan saja sampai korpal keluar dengan sendirinya.
"Yang penting keluhan pasien teratasi. Selanjutnya kita observasi", jelas sang residen.
"Pak?", tanya residen,"tos tiasa nyarios?" (sudah bisa berbicara?)
"Iya, dok.. Terimakasih, dok, terimakasih semuanya", kata sang kakek dengan wajah lega kepada kami (DM) semua yg setia memperhatikannya sedari awal namun sebenarnya tidak melakukan apa-apa terhadapnya. Sang kakek lalu bercerita singkat tentang kikil yg tiba2 nyangkut dikerongkongannya.
 
Fiuuuuhhhh...Alhamdulillah :)

Yang sedang menanti panggilan ujian urutan 2
Kamis 25 Nov 10 
13.15
Ruko THT

2 komentar:

dr Oen said...

Ujiannya lancar kan? yang penting pass aja deh..

Intan said...

Dokter ni saksinya, saya mah merasa ga lancar :(
Pass ya, dok? Alhamdulillah :)

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.