Sunday, December 11, 2011

TanpaMu

بسم الله الرحمن الرحيم
Sejenak pikiran ini terhenti, berputar melihat ke belakang, menatap jejak-jejak langkah.
Menatap jalan-jalan yang ditempuh. Likunya, curamnya, terjalnya.
Pun disana ada bunga indah bermekaran. Aku pilih mawar merah bertangkai duri.
Membiarkan diriku meringis menahan perihnya tertusuk agar kelopak itu tak koyak.
Agar kelopak itu tetap utuh tak gugur.

Lihat disekelilingnya banyak pagar beraneka rupa.
Kilauan bening beruntai bak permata. Butiran air mata yang tertampung dalam cawan-cawan hatimu.
Kemilau karena takut akan api neraka yang menyala-nyala.
Berpilin-pilin tertiup angin. Yang bergerak saat yang lain terdiam. Melangkah bersama menyeru-nyeru.
Ia kokoh bak genggaman tanganmu. Ia menenangkan seperti tatapanmu. Ia melindungi sekuat peluk dan pundakmu. Melantun suara-suara merdu nan syahdu. Bergetar hati yang mendengarnya. Ia mengucap ayat Tuhannya.

Menyusuri pagar berkelok di muara sungai. Masa kita tenggelam mengikuti arusnya. Gelombang tenang beriak-riak kecil. Riak-riak yang kita lalui bersama. Perlahan bangkit menggenggam kembali apa yang terlupa. Lalu kita berjalan. Aku disini di dunia seberang. Kau beranjak ke lain persinggahan.


Tak sampai beberapa depa. Jembatan lengkung berwarna pelangi menyapa. Kita bertemu. Kita berpisah.
Hingga entah takdir mana lagi yang terukir di kitab Ilahi...untuk perjumpaan kita..untuk perjuangan kita..

Salahkah aku jika ingin berjumpa
Di persinggahan berikutnya

Salahkah aku jika ingin bersama
Dalam azzam perjuangan di dunia menuju akhiratNya

Perbekalan ini belum cukup
Tapi aku ingin tetap di jalan ini
Selalu bersamamu..
bersama doamu..
bersama ingatanmu..
bersama rindu yang tersirat di sepertiga malammu

Sosok tercinta di selasar laboratorium Kimia, di bangku taman Ganesha
Sosok meneduhkan di taman samping kolam bundar
Sosok tangguh di liku gang itu
Sosok rupawan senantiasa bersujud di waktu dhuha
Sosok taat yang tak kenal menyerah
Sosok hangat keibuan
Sosok diam yang sabar mendengarkan
Sosok ceria yang menyegarkan
Sosok mulia yang bersemu malu
Sosok tegas nan tangkas
Sosok sahabat yang tak bosan menjadi pengingat...

Ya Rabbi, sungguh miskin kosakataku mengurai keberadaan mereka
TanpaMu, tanpa mereka, lantas apa jadinya aku..
Kumohon padaMu..jangan pisahkan kami dari menegakkan kalimat-kalimatMu
Karena ku terlanjur cinta

2 komentar:

Stetoskop said...

Kereennn...

Intan said...

Makasih.. ini yg nulisnya aja masih agak-agak bingung.. he

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.