Saturday, December 17, 2011

IKM & FM, feat. or vs.?

بسم الله الرحمن الرحيم
Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Family Medicine (Kedokteran Keluarga) adalah rotasi besar setelah bagian Ilmu Kesehatan Anak. Setiap rotasi besar sama2 berdurasi sembilan minggu. Tapi, berhubung dua ilmu yg berbeda maka dibagi lagi: IKM = 4 minggu dan FM = 5 minggu. Sekarang saya sudah di awal minggu ke 5.. means.. minggu terakhir di rotasi ini..means.. minggu ujian (konseling & presentasi kasus)


"5 minggu itu tidak lama lho..", kata preceptor di FM pada pertemuan pertama kami. Benar saja, apalagi FM masih terasa asing di telinga dan kepala saya, secara baru diterapkan di angkatan saya (2006). Setiap hari penasaran dengan apa yg terjadi, apa yg harus dilakukan. Tidak ada senior di kelompok yg biasanya memberi petunjuk. Karena di rotasi ini satu kelompoknya satu angkatan. Sama-sama deh nol-nya..

Ingin cerita banyak tentang keduanya. Sebab, bagi saya dua hal itu memberikan impresi yg berbeda setelah menjalaninya..
IKM tentang Kebijakan dan Manajemen Kesehatan yg fokusnya top-to-bottom..Manajemen Puskesmas.. Cakupan Kesehatan..Analisis situasi & sistem informasi kesehatan.. Intervensi... Yang mengubah mind-set saya tentang "kerjaan kepala puskesmas" dan atasan2nya (Dinkes, Kemenkes) yg ternyata sangat-sangat tidak simpel.

Disisi lain ada FM yg fokusnya bottom-up, tentang pengelolaan kesehatan individu dan keluarga yg komprehensif..Home visit mandiri.. Analisis..Bikin meal planning (rencana gizi) yg dulu pas kuliah sy ga mudheng banget bagaimana mengaplikasikannya..Rencana Olah Raga..Konseling dan ilmunya..

Ditambah tempat rotasi IKM & FM yg oke. Puskesmasnya berbeda. Apa yg kita lakukan juga berbeda. Di IKM sama sekali tidak memeriksa pasien, tapi benar-benar memahami manajemen, berkutat dengan data dan laporan, ditambah penyuluhan komunitas. Sebaliknya, di FM benar-benar mengelola pasien secara mandiri, diizinkan sampai memberi resep dan tidak ketinggalan: ttg aspek gizi, faal olah raga dan konseling lainnya mulai dari preventif, promotif, rehabilitatif dan tentu kuratif. Dihadapkan pada pasien yg banyak dan beragam keluhannya, juga terbatasnya waktu jam kerja, membuat saya mendapat banyak pengalaman terutama tentang komunikasi efektif.

Komunikasi yg diaplikasikan dilapangan itu menantang. Betapa mudah dan sulit itu relatif untuk meminta izin agar pasien mau dikunjungi dan ditanyai banyak hal yg bisa jadi itu sensitif. FYI, pasien yg harus dikunjungi (home visit) itu minimal 3 orang plus acara nyasar karena rumahnya di gang-gang. Pernah saya bertandang kedua-kalinya ke rumah pasien lansia. Beliau malah menangis terharu. Wawancara pun mengalir dan garing. Sang nenek senang bercanda. Ada juga teman saya yg pasiennya seorang bapak, malah minta bukti surat2 tentang kunjungan rumah. Belum selesai sampai disana, masih ada membuat janji dengan mereka agar mau datang ke Puskesmas untuk sesi konseling. Sebentar saja sebenarnya, tapi pemahaman masyarakat tentang pengobatan multi aspek seperti ini mungkin masih terasa asing. Jadinya, benar-benar menuntut masing-masing untuk membina doctor-patient relationship yg tak selesai dalam sekali pertemuan. Membina kepercayaan pasien, itu hal sangat penting.

Akhirnya, IKM dan FM, dua hal yang berbeda tapi saling mengisi. Senang pernah belajar keduanya. Alhamdulillah.

*Menjelang Ujian Konseling Pasien OA+HT st.I

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.