Wednesday, March 23, 2011

1000 Nama Buku Telepon

بسم الله الرحمن الرحيم
Teringat beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah waktu pertengahan tahun ke 2 di FK, saya iseng lihat jumlah daftar di phonebook. Dengan kapasitas 1000 memori, saat itu baru terisi 500. Berarti jumlah orang yg saya kenal baru segitu..hmm...sedikit sekali, pikir saya. Mulai saat itu saya ber-azzam untuk mengisi phonebook itu sampai penuh saat saya lulus S.Ked. Targetnya 500 orang dalam 2 tahun. Sanggup ga yaa..sanggup ga yaa.. dalam 2 tahun bisa berkenalan dengan orang sebanyak itu..

Hasilnya ternyata di luar dugaan. Alhamdulillah. Saat-saat terakhir tahun keempat saya sudah mulai menghapus nama2 yg sudah tidak bisa dihubungi lagi. Nama2 yg sudah almarhumah. Nama2 asing yg dulu iseng saya save dengan tanda tanya (korban orang iseng). Nama2 yg saya lupa dulu kenal dimana, mungkin di salah satu acara yg saya datangi (maaf ya). Sampai benar2 tersisa orang-orang yang saya kenal, orang-orang penting yg sewaktu2 bisa sy hubungi, dan nomor telpon emergensi. Saya cek lagi memori, jumlahnya sudah 1021 nomor. Whuaaa...masih ada space 21 nama.

Sekarang, setelah beberapa bulan melewat S.Ked, nomor2 baru pun bertambah. Andaikan HP sy yg jadul itu bisa di-expand memorinya, saya tidak perlu mencatat nomor2 baru di ceceran kertas dan buku2. Tapi, yg terjadi sama2 diluar dugaan. Sekarang HP saya rusak. 1000 nama tanpa backup hilang dalam satu waktu. Hiks..

Cobaan manusia itu beragam ya. Baru beberapa waktu Allah mengabulkan doa saya. Dalam sekejap karunianya bisa diambil kembali. Jadi ingat kisah tukang parkir. "Jadilah manusia di dunia seperti tukang parkir", kata Aa Gym. "Tukang parkir yg amanah ketika dititipi barang, dan tidak marah ketika titipannya itu diambil kembali oleh pemiliknya."

2 komentar:

ainurfaiziyah said...

Senasib teh.,>.<
Harus memulai dari awal lagi....,

Intan said...

iya...kaya di pom bensin gitu dek jadinya..
"dimulai dari nol, ya"
hiks..

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.