Wednesday, August 24, 2011

Anak: Sama dari Sabang sampai Sabang

بسم الله الرحمن الرحيم
Memasuki dunia anak sama dengan memasuki dunia baru bagi saya pribadi. Siapa sih yang disebut anak-anak? Seseorang disebut anak-anak mulai dari lahir sampai berumur 18-20 tahun, lho. Itu secara hukum internasional, nasional dan kepentingan medis. Salah seorang pembimbing saya bilang: Anak-anak bukanlah orang dewasa yang berukuran kecil (kalimat serupa juga ada di UU Perlindungan Anak). Karena anak-anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan, tidak seperti orang dewasa. Setiap usia dari mulai neonatus sampai remaja memiliki ukuran-ukuran tersendiri.

Satu contoh, mungkin selama ini yang umum dipakai untuk menentukan apakah seseorang kegemukan, ideal atau kurus adalah IMT (Indeks Massa Tubuh). Dalam ilmu kesehatan anak ada istilah berat badan per umur (BB/U), panjang badan per umur (PB/U), tinggi badan per umur (TB/U), BB/PB dan BB/TB. Pada dewasa bisa cukup dengan IMT, tapi pada anak-anak perlu indeks tambahan itu untuk menilai pertumbuhan dan status gizinya. Bahkan indeks itu yang utama. Arti "per umur" berarti nilai pertumbuhan setiap anak berbeda sesuai dengan usianya. Praktisnya, kita bisa gunakan growth chart untuk menilai pertumbuhan anak dan status gizinya; apakah anak itu kurus untuk ukuran tinggi badannya, lebih kurus atau lebih pendek dibandingkan teman sebayanya, dsb.

 BB/U anak perempuan usia 5-10 tahun (WCGS)
Btw, apakah benar orang Barat sejak kecil memang dari "sono"nya lebih tinggi-besar dibandingkan dengan orang Timur? Ternyata tidak selamanya begitu, sodara2. Ada yang menarik tentang growth chart terbaru keluaran WHO: WHO child growth standard (WCGS). Tidak seperti salah satu sesepuh growth chart yang pengukuran (penelitiannya) diambil dari ras Eropa-Amerika saja, WCGS mengambil sampel dari berbagai negara dan berbagai ras, jadi benar-benar bisa dipakai internasional, mulai dari Sabang sampai Sabang lagi. Ternyata, pada setiap jenjang usia, bila tumbuh sehat, diberi ASI ekslusif, dan memenuhi kriteria tertentu lainnya, anak dari bangsa Afrika akan setinggi anak dari bangsa Eropa. Anak-anak bangsa Indonesia akan seberat anak bangsa Amerika. Mungkin kulit boleh beda warna, rambut tidak sama ikal, mata tidak selalu besar, tapi semua anak dengan usia yang sama di seluruh dunia memiliki rentang nilai pertumbuhan yang sama. 

Saya terkesima pada fakta ini. Tapi saya lebih terkesima pada yang menciptakan semua fakta ini. Finally, Allah itu Maha Adil ya ;)

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.