Sunday, March 6, 2011

Saat Harus Memilih

بسم الله الرحمن الرحيم
Suatu hari saat berselancar di jejaring sosial, ada yang mengupdate statusnya. Seseorang yang saya tidak kenal. Tapi statusnya saya kenal betul. Status yang mengingatkan saya akan suatu hal yang besar. Mungkin itu remeh bagi orang lain. Tapi, tidak ada yang tahu kan, kalau suatu yang kita pikir kecil ternyata bisa mengubah hidup seseorang. Dan seseorang itu tidak lain adalah diri kita sendiri. Ini tentang pilihan hidup.

Saat dipersimpangan menghadapi 2 jalan ujian. Saat harus memilih antara manusia atau Penciptanya.
Ah, sayang sekali saya tidak bisa membicarakan hal itu dengan detil disini, kawan..maaf sekali..
Yang jelas, pilihan seseorang itu adalah pilihanku dulu hingga saat ini. Memilih konsekuensi besar tentang pengorbanan sebuah mentalitas.

Untuk seseorang yang telah menampilkan memori saya..
Allah yubaarik fiik..
Semoga kesedihanmu hilang seiring bergulirnya waktu
Semoga Allah menggantikan yang kau tinggalkan dengan yang lebih baik
Jauh lebih baik..

Semoga kita selalu ada dalam dekapan keimanan
yang menomor satukanNya diatas semua

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.