Saturday, May 30, 2009

Rumah Seribu Cermin

بسم الله الرحمن الرحيم



Konon jaman dahulu kala di sebuah desa terpencil di Jepang terdapat sebuah rumah. Rumah ini ajaib. Dindingnya terdiri dari seribu cermin.





Suatu hari seorang anak kecil yang masih belajar jalan masuk ke rumah ini tanpa sengaja. Anak ini pemberani dan penuh antusias. Di dalam rumah itu, ia mendadak melihat seribu anak kecil muncul di dinding. Ia tersenyum. Dan wah, seribu anak kecil senyum. Tersenyum kembali ke padanya. Ceria, cakep. Anak ini senang sekali. Ia tertawa, dan semua seribu anak-anak tertawa bersamanya. Tidak tahu bawa itu cermin, dan itu sebenarnya wajahnya.

Ketika orangtuanya menggendongnya pulang, ia terus menengok ke rumah ajaib itu dengan senang. Betapa menyenangkan rumah itu. Seribu anak tersenyum dan tertawa bersamanya. Ceria, cakep.


Beberapa waktu kemudian, seorang anak kecil lainnya tidak sengaja masuk ke rumah ajaib ini. Anak ini penakut. Di dalam rumah mendadak ia melihat seribu anak kecil. Anak ini merengut. Dan seribu anak merengut kepadanya. Ia mendelik, dan seribu anak ikut mendelik. Cemberut, jelek. Maka menangislah anak ini keras-keras. Seribu anak pun ikut menangis. Tidak tahu bahwa itu cermin, dan itu sebenarnya wajahnya.

Ketika orangtuanya menggendongnya pulang, ia tidak mau melihat ke rumah itu. Trauma. Betapa mengerikan rumah itu. Seribu anak mendelik dan membencinya. Cemberut, jelek.

Ah, kita lupa dunia itu seperti itu. Wajah orang lain adalah cermin. Bila kita cemberut padanya, ia cemberut balik. Tapi bila kita tersenyum pada dunia dan berbagi antusias, ia tersenyum balik dan menyambut kita dengan gembira. Dan betapa menyenangkan dunia ini jadinya.

(Ditulis ulang dari folklore Jepang, dari blog tetangga)

2 komentar:

indra said...

tapi yang namanya temen mah harusnya tetep senyum walopun temennya lagi cemberut tan...

Intan said...

sepakat ndra! kyny yg satu ini (cemberut), kita ga baik jd cerminnya ya..karena dia yg harus jd cermin kita saat kita kasih senyum untuk cemberutnya.. (moga ga bikin puyeng kalimatnya ^^)

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.