Monday, June 8, 2009

Flashback SOOCA: taking a breath..

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah...Subhanallah.. selesai juga SOOCA yg menegangkan. Yang ga ada duanya. Pokonya SOOCA menjadi idola. Semua bisa terlupakan gara2 ujian yang satu ini. (Hehe, bener kan ya temen2 unpad?)
"Temukan Kebesaran 4WI dalam setiap langkah yang kau pilih dan temui nanti..", pesan seorang teteh di FB.

Kemarin, masih ingat apa yg terjadi setiap detiknya, datang jam 7 ke teras A5.
Sudah banyak teman2 yg duduk disana. Berpencar, tapi tetap disekitaran. Saya pun ikut bergabung sambil menyapa salah seorang diantaranya.

Shift pertama mulai dipanggil untuk masuk ke ruang isolasi di Skills Lab A5.1
lalu shift kedua, ketiga,,
Isu kasus yang diujikan mulai beredar. Mulai dari Burn Injury karena lihat ada dokter kulit datang, Fraktur karena ada dr. ortopedi..terus sy lupa lagi..ada 4 pokoknya.
Yang jelas semua tersugesti untuk menghapal lebih dalam kasus2 isu itu.
Dan akhirnya pukul 10 lebih, nama saya dipanggil bersama dg teman2 shift 6 lainnya.
Dengan debaran grade IV/6 systolic murmur (hehe lebay ceritanya) saya berjalan mendekati kumpulan shift6-ers ber15.
"Ada yang punya dizepam?", tanya sy bercanda.
"Wah, itu obat yg dipake di CAD atau Aritmia atau apa ya??", jawab seseorang.Loh, loh,,jd inget kasus. Penasaran juga.. tapi sy sudah ga ingin buka catetan lagi.

"Ayo teman2, kita berdoa, semoga kita tetap tenang, konsentrasi, dan semoga perjuangan kita selama 1 tahun ini ga sia2...", kata seorang teman memimpin doa. Lalu, khusyuk dan penuh harap kami tundukan kepala.

Memasuki Skills lab, setelah menaruh tas disatu tempat, menanggalkan HP dan kertas2 catatan, dr.Atik menjelaskan aturan SOCA kali ini,"Kalian ambil kertas kasus yang saya pegang (posisi terbalik). Pilih yang mana saja. Lalu masuk ke ruang nomer berapa saja yang masih kosong. Disana sudah ada spidol dan kertas flipchart. Waktunya 30 menit, kita mulai bersama2."

See? Sekarang kasus saya bergantung pilihan saya. Saya ambil kertas yang paling atas. Ternyata..IDA ec Ankylostomiasis!
Surprise! Alhamdulillah..

Saya baca kasus sembari mencari ruang kosong. Berpikir dan mengingat poin apa saja yg harus sy jelaskan. Lalu membentangkan kertas flipchart di meja, sisanya sy taruh lantai.Membuka spidol hitam yang ternyata tidak nyata, biru yang setengah nyata, dan akhirnya hijau menjadi pilihan. "Apa apa ga yah..semoga ngga", pikir saya.

Identitas pasien, keluhan utama, riwayat, hasil lab darah, blood smear, sampai prognosis sy tulis ulang seperlunya..Baru poin Basic dan Clinical Science. Akhirnya patfis selesai ditulis tapi belum lengkap..karena bel sudah berbunyi.. T-T

Berikutnya, ke Ruangan 5, tutorial A5.3
Bel mulai berbunyi.Cklek! pintu sy buka: dr.Afiati sudah menunggu didalam. Seorang diri. T-T harusnya kan berdua.
Setelah memberi salam, kemudian menempel 3 kertas dipapan. Lalu, dimulailah semuanya..
....tik-tok-tik...
Sy sudahi dengan prognosis. Masih ada beberapa menit tersisa.
"Sudah? masih ada yg kurang ga? itu kenapa kukunya?", tanya beliau.
Lalu saya lirik lagi patfis. Oh ya! kemudian menjelaskan lagi.
"Sudah dok"
"Masih ada yang kurang.."
"Em, apalagi ya dok", pancing saya sambil membaca ulang kertas kasus.
Dan bel selesai Soca pun berbunyi.
Saya blank. Perasaan sudah semua. Lalu saya keluar ruangan untuk menunggu nilai.

"Intan!". Saya masuk lagi.
"Tadi kamu belum menjelaskan data2 normalnya. Kenapa ga hepatosplenomegali,, kenapa ga..(dst)"
"Oh, itu juga harus dijelaskan ya dok?"
"Iya. Kenapa-kenapa waktu di tutorial itu juga harus diterangkan...", jelasnya,"Terus BHP-nya tentang transfusi juga belum"
"Oh, itu juga ya dok?" dan bodohnya saya tidak membaca kalimat terakhir di kertas. Padahal sudah di-bold!!!
"Ya sudah, jadi nilai kamu segini."
"Makasih ya dok"

SOOCA usai. Nilai sudah ditangan. Alhamdulillah. Berapapun itu, kawan, saya jadi ingat pesan Teh Putnad di atas itu. Allah Maha Baik..
Kasus Anemia bukanlah kasus yang sulit. Waktu isolasi yang setengah jam pun sudah cukup. Dokter penguji itu, walaupun sendiri, sudah saya kenal. Beliau juga tahu saya. Intinya semua tidak ada masalah berarti. Bahkan sangat objektif. Masalahnya hanya pada diri saya. Karena lupa dan kurang teliti. T-T hiks.
"Dan nikmat dari Allah yg manakah yang kamu dustakan?"
Tidak ada ya Allah, hambaMu ini yg lupa. Segala puji bagiMu. Nilaiku lebih baik daripada tahun lalu.

***
Di ruang karantina akhir (di Labkom), semua yang sudah SOOCA berkumpul disini. Baru pertama nih, ada karantina setelah ujian. Sambil mencoba menenangkan diri dari Sooca Shock Syndrome, saya membuka obrolan dengan teman2 lainnya. ^^
Bersama teman A: Diajarin main Freecell karena koneksi internet dimatikan."aduh intannnn, ini kan game lama, mirip Solitaire." katanya. Ya maap, emang ga tertarik dari dulu. Bosan main ini, ganti dengan PinBall. Kalau yang ini sih pernah main, walaupun cm pukul2 bola, tapi tetap ada taktiknya. Sekarang sy yg Hi-Score. Hohoho...

Bersama teman B: "Kiay (kakak laki2) kan sekarang di RS. Jadi, teori di kampus 3 tahun. Terus 1 tahun belajar teori perbagian di RS. Nah, prakteknya nanti pas koas."Saya cuma ber-oh dan manggut2."Sistem di UN*** baru ada SOOCA untuk angkatan 2006. Tapi ga kaya kita, tan. Mereka boleh buka buku pas di ruang isolasi."Haaah?"Jadi kalau kasusnya 30 bawa 30 buku gitu?". Dia mengiyakan. Ckck.. sungguh.. heran saya..Tapi jadi sedikit bangga dengan kampus yg sistemnya begini 'kejam'. Menghapal 30 kasus itu luar biasa dahsyatnya. Sampai otak ini berasa hipertrofi. Nyatanya hanya belasan saja yang saya hapalkan. Yaaa, yg mungkin diujikan saja. ^^,

Bersama teman C:"Aq sama dr.F, dapet Cleft Lip/Palate sm Polydaktyl. Kan udah selesai tuh.. tapi masih ada 5 menit lagi! mikir sambil ngomong apa aja...terus yang BHPnya..'jadi ya kalau ada saudara yang tanya, bilang itu bukan karena kutukan, ga apa apa.. kalau main sama temen juga, mungkin dikucilkan, tapi..' Ahh pokonya semua deh dipanjang-panjangin.. waktu ngejelasin juga dilambat-lambatin...", ujarnya semangat. Yang denger cm senyum2 aja.

Bersama teman2 lain: Ada yang main sulap, ada yang mondar mandir keluar ruangan khawatir hipoksia, ada yang (tetep) main game kompi, ada yang tidur, merencanakan liburan setelah liburan (ow, padahal ujian masih 8 lagi), cemmacem deh...

"Laaaamaaa... gw lapeeeerrr". Sahut seseorang.Iyah, sama. Sekarang baru jam 12. Kita baru bisa keluar mungkin jam 2. T-T
Setengah jam kemudian dr Atik datang,"Saya bukan takut kasusnya bocor, tapi mana respek kalian sama teman2 yang lg ujian"
Whew, saya tahu persis bagaimana beratnya masa2 SOCA, dok..Se-angkatan juga tahu..tapi bukan begini caranya menumbuhkan respek sepertinya..
***
Udah ah..
Akhirnya kita lolos dari A5 setelah semua rampung ber-SOOCA ria. Terus makan, fotokopi slide, ke Tisera ambil majalah, terus balikin catatan teman, terus...

Deras..wah, padahal harus balik ke kosan!

Hujan..
kau ingatkan aku..
tentang satu rindu..
di masa yang lalu..

Jadi nyanyi lagunya Opick deh ;]
***
9 Juni 2009

2 komentar:

Aku Hanya Untuk Mu said...

aku suka lagunya opik..(cikcikcakcak)
g ada hubungannya...uhahahah^_^
wahh alhamdulillah Allah Maha besar atas Segala Nikmat-Nya

Putri Zulmiyusrini said...

Intaaann..selamat ya udah selesai sokkaaa...
hahaha..padahal gw juga udah selesai..hehe..
ya udah..cumi cuma mau bilang..sesubjektif apapun sooca itu.. ada orang-orang yang berbahagia dibaliknya..tapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada juga orang-orang yang menangis meratapinya..
jadi..sooca itu bagai 2 sisi mata uang..

setelah sooca kemaren, cumi sadar..bahwa yang penting adalah memaknainya dengan baik..dan roda itu memang akan terus berputar.. kadang kita diatas.. tapi, kita juga harus mau untuk turun kebawah.. dan selalu bersyukurlah atas semua yang terjadi..hehe

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.