Saturday, September 26, 2009

Di Jatinangor (lagi)

بسم الله الرحمن الرحيم
Bismillah ...
Sepekan lebih saya tinggalkan Jatinangor. Tidak ada perubahan besar di sini. Keluar dari bus DAMRI, seperti biasa, penumpang disambut ojeg yang berseliweran, tapi tidak sebanyak biasanya. Kali ini saya pilih jalan kaki, toh hari masih terang dan tidak terburu waktu.

Sambil jalan, lirik kiri kanan, hm... Jalannya nampak bersih, baru sih :), kendaraan juga tidak banyak, sudah beres mudik nampaknya. Lalu, sampai di gerbang baru, yang agak menyulitkan pejalan kaki. Bagus sih, keren juga.. tapi sempit, jadi terkesan tidak ramah. Yasud, kita hentikan pembicaraan ini. Anggap saja belum terbiasa.

Perjalanan terhenti sejenak di depan pintu kostan. Mau buka pintu ceritanya.. hehe..
Satu kata: SEPI. Kalau ini sama seperti tahun lalu. Setiap habis liburan panjang terutama, penghuninya baru kembali nanti sehari sebelum kuliah biasanya.

Ohya, ada lagi yang berubah! Cuaca.. hari baru (mau kuliah lagi), cuaca baru. Maksud saya musim hujan. Whew, sudah mau bulan Oktober ternyata. Siap-siap payung ya teman-teman...

Suka atau tidak, yang jelas, cuaca di Jatinangor membaik menurut saya. Biasanya kan musim panas di siang hari dan musim dingin di malam hari ;p hehe..

Di Jatinangor lagi, di tempat aktivitas tak terhenti. Sudah cukup rehatnya, sekarang waktunya bangkit! Berubah dan mengubah ^_^/

26 Sept 2009
Biarlah Allah saja yang menyemangati kita, sehingga tanpa disadari setiap peristiwa menjadi teguran atas kemalasan kita. Cukuplah Allah saja yang memelihara ketekunan kita, karena perhatian manusia terkadang menghanyutkan keikhlasan. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang bermakna, pribadi yang saat berbaur ia mampu menyemangati yang lain, dan saat sendiri ia mampu menguatkan diri sendiri.

1 komentar:

Kautsar Rahmawan said...

like this

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.