Tuesday, February 16, 2010

FULDFK, lagi?

بسم الله الرحمن الرحيم
Kenapa saya masih disini. Bukan karena dipaksa. Kenapa saya masih memilih untuk disini, ada apa? apa yang akan terjadi nanti? Kenapa tidak bisa 'pergi'..?

Sepertinya ada sesuatu yang mengikat hati ini sejak awal saya tahu keberadaannya. Sekitar 4 tahun lalu, ada ketertarikan tersendiri mengetahui fasilitas berukhuwah selain dengan teman FK Unpad. Ketertarikan yang semakin menguat, sampai saya 'kejar' siapa yang bertanggung jawab terhadap open recruitmentnya.

Lalu, 1,5 tahun berikutnya baru bisa menjadi pengurus. Itupun masih dalam keadaaan 'blank'.
"Sudah terpikir mau di departemen apa, tan?". Saya menggeleng. "He, nggak, teh"
Saat itu amanah saya di Keputrian DKM Asy-Syifaa'. Departemen impian buat yang mau jadi putri, atau paling tidak memperbaiki kepribadiannya agar lebih feminin ;D
Tapi saat itu belum ada departemen semacam itu di FULDFK.

Oh ya satu lagi amanah saya, di Med-Info, lembag pers-nya Senat FK UNPAD. Jujur, saya punya 'big job' disini yang menyita perhatian saya, cukup memforsir tenaga dan pikiran juga uang..hehe. Dan akhirmya,
"Di IT (Informasi Teknologi) aja ya, tan?", sang teteh menawarkan. Saya hanya mengangguk, tsiqah.

Sejak saat itu sampai sekarang yaa ikhwah, I am here, amanah dikampus silih berganti, tapi saya tetap di sini bersama kalian. Bukan tanpa jenuh, bukan tanpa futur. Tapi lebih jauh, saya jadi ingin tahu --ingin lebih tahu--buat apa saya ada untuk kalian. Saya ingin tahu sebesar apa manfaat yg bisa saya berikan bagi da'wah ini. Toh, di FULDFK atau bukan tetap ada kewajiban untuk menyeru kepada kebaikan. Di FULDFK atau bukan, akan ada amanah lain yang menanti. Ladang amal ada dimana- mana

Jadi kenapa saya masih di FULDFK; mengikuti hati dan diminta (diamanahi). Saya tidak tahu hal ini akan berujung apa dan bagaimana nanti--bukan berarti tanpa tujuan-- dg tetap berharap semoga yang terbaik bagi saya dan FULDFK. Sekarang tugas saya hanya berusaha sebaik dan seoptimal mungkin tho. Sama seperti manusia yang tidak tahu akhir hidupnya, di dunia ini, Allah hanya minta untuk berusaha (beribadah) sebaik mungkin setelah menetapkan tujuan.


Sooo,
Keep fighting till the end. Tidak ada alasan lain untuk menolak.
Nikmati saja, seperti biasa. Tep sehat tep semangat.

--Jatinangor, 16 Feb 2010--
Hasil kontemplasi panjang di tengah kebingungan seorang Intan.
Semoga Allah menetapkan hatiku dalam agama ini, dalam perjuangan ini.
Semoga cinta pada saudara saudariku tetap kekal dan menjadi bekal pertemuan di SurgaMu.

Uhibbukumfillah

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.