Tuesday, April 13, 2010

Ngilu, Sp.Orto dan Kawat Gigi

بسم الله الرحمن الرحيم
bismillahirrahmanirrahim

gbr. Bukan gigi saya :p

Ngilu, satu kata yang ingin saya sampaikan kalau ada orang yg bertanya kabar saya hari ini. Baru kali ini, baru hari ini, selepas kontrol gigi langsung terasa ngilu. Biasanya kan beberapa hari setelahnya. Yah, sabar saja.
"...sabar ya, neng..namanya juga dikawat.. Ya, beginilah resikonya kalau mau rapi. Tawakal ya..", kata sang dokter, kalem, lembut, sambil terus ngutak-ngatik "entah apa" di cavum oris saya. -_-"

Meringis, nyengir sakit (sampai ada teman kosan yg ga saya kenal tiba-tiba senyum, padahal saya ga maksud senyum ke dia), menarik-menghembus nafas lewat mulut sambil tetap meringis menjadi kegiatan rutin kalau ngilu pasca dikencangkan kawat bracket-nya. Mending ya kalau satu gigi, ini hampir semua gigi yang ngilu. Sudah pasti: makan tak enak, tidur tak nyenyak. Bukan hanya itu, kepala ikut senut-senut, males beraktivitas, otot-otot badan jadi sama linu-nya. Kompak abis >_<. Bener-bener yaaa, sakit satu bagian tubuh = sakit seluruh tubuh.

Ada lagi, kalau kata penyanyi dangdut:
Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati.
Buat saya:
Aaaaargggh, sama sajah!!! (deuuuh :p) Penyanyi itu ga ngerasain linunya gigi dipenjara begini kali ya. Kalau Cinta (di film AADC) jadi penyanyi dangdut pasti langsung nyolot menanggapi ini:
"Jadi, salah gue?!! Salah temen-temen gue??!"
Pisss mbakayu..hohoho v(^.^) *dasar Intan*

But, eniwei, bukan itu yang sebenarnya ingin saya bagi-bagi kisah hari ini. Itu baru kalimat pembuka. Sebenarnya sudah lama saya penasaran dengan gelar spesialis para dokter gigi. Adik saya mungkin lebih paham pembagiannya. Tapi, dari pada saya penasaran dan memang belum sempat nanya ke beliau, akhirnya saya cari jawaban di dunia maya. Ini tentang Ortodontist.

Q: Apa itu ortodonti?
A: Ortodonti adalah salah satu spesialisasi kedokteran gigi yang mempelajari dan memperbaiki maloklusi (ketidaksempurnaan possisi gigi saat rahang atas dan bawah tertutup) akibat ketidakteraturan letak gigi atau ada keadaan rahang yang tidak proporsional.
Spesialis ortodonti atau ortodontist adalah dokter gigi yang khusus menangani hal ini: mencegah dan memperbaiki.

Q: Mengapa pergi ke ortodonti?
A: Bukan untuk ekstraksi gigi, bukan untuk membuat gigi palsu, bukan juga untuk menambal gigi. Seseorang pergi ke dokter orto (kita panggil begitu) untuk alasan kosmetik dan juga untuk alasan kesehatan. Selain ada perasaan tidak nyaman dan rendah diri, keadaan gigi yang tidak teratur dapat pula mengakibatkan kesulitan berbicara dan mengunyah. By the way, kalau teman-teman ikut program tahsin (memperbaiki/memperbagus bacaan Al Qur'an) yang mengharuskan kesempurnaan pronounciation huruf a.k.a makharijul huruf, maka gigi geligi yang sempurna akan beresiko memperlancar kemajuan teman-teman mengarungi level demi level program tahsin. Begitu pula dalam program2 bahasa lainnya, tentu sangat berpengaruh dalam hal pengucapan.

Q: Kalau tidak ke ortodonti?
A: Letak gigi dan rahang yang sangat tidak teratur dapat menyebabkan henti nafas saat tidur (sleep apneu), mengorok, dan gangguan pernapasan lainnya.

Q: Promosi?
A: Hahahag. Sepertinya ;p (tenang saya bukan ortodontist, tapi siapa tau adik saya mau jadi ortodontist)

Sebenarnya perawatan gigi itu ga mahal. Bener lho. Kalau teman2 nurut apa kata dokter gigi:
Periksalah gigi anda setiap 6 bulan sekali. Klise? Sangat! Tapi itu benar adanya. Kalau dari kecil semua orang terbiasa melakukan perawatan gigi secara teratur, kemungkinan2 terjadinya maloklusi (juga penyakit pada gigi lainnya) dapat dihindari. Jadi, tidak ada kata terlanjur kalau sudah biasa disiplin merawat gigi. Tidak ada pula lagu dangdut aliran mellow di atas tadi (hehe)

Eh iya, saya jadi inget. Dulu guru agama (1 SMA) saya pernah bilang saat mengajar bab Qada dan Qadar (nah loh kok jadi bahas itu). Ada yang menarik nih, kata beliau:
"Gigi yang ga teratur itu bukan takdir! Itu kesalahan ibumu karena tidak merawatmu!"
Guru agama saya itu juga seorang ibu. Nampak tega sekali ucapannya. Hiks. Padahal ibu saya ga salah apa2, saya saja yg ngeyel ga mau melanjutkan perawatan (sadarnya baru akhir2 ini). Btw, gigi saya baik-baik saja sebenarnya, hanya rahang saya memang agak kecil jadi ada gigi yg mesti dicabut karena akan mengganggu pertumbuhan gigi lainnya. Kalau dari dulu dicabut, mungkin sekarang ga perlu dikawat dan ber-linu2 begini, karena ada efek spiral akibat perawatan yang tidak tuntas (giginya jadi lebih berantakan).

Kembali ke ucapan guru saya itu, maka mengawat permanen (sebenarnya bukan untuk selamanya, tapi memang memakan waktu yang tidak sebentar) itu bukan termasuk mengubah ciptaan Allah (karena, dari penjelasan tentang ortodonti di atas, bahwa maloklusi sebenarnya bisa dicegah). Kan ga boleh tuh, mengubah apa yang sudah dari sononya.

"Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan yang mentatoo dan minta ditatoo, dan yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya." (Riwayat Thabarani)

"Dilaknat perempuan-perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang mengubah ciptaan Allah." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Yang perlu dikaji ulang adalah tujuan dari mengawat gigi tersebut. Kalau tidak ada alasan khusus, kalau sebenarnya giginya sudah rapi dan tidak mengganggu komunikasi atau kesehatan, maka menjadi tercela seseorang yang mengawat giginya semata-mata untuk tujuan keindahan dan kecantikan yang dusta (mengikuti tren misalnya).
Yusuf Qardhawi melanjutkan penjelasannya dalam buku Halal dan Haram,
"Tetapi kalau hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan penyakit atau bahaya yang mengancam, maka sedikitpun tidak ada halangan. Wallahu a'lam!"


Wallahu 'alam bishawab.


Sumber:

1. Pengalaman pribadi




0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.