Friday, May 7, 2010

Jauh Sekali. Tidak Dekat Sama Sekali.

بسم الله الرحمن الرحيم
Masa lalu memang yang paling jauh, seperti kata Imam Ghazali.
Masa yang tak bisa digapai lagi sebagaimana pun usaha yang kita lakukan.
Maka ada senang yang tiada terdua, sedih yang tiada terdua, tangis yang mungkin dengan bulir yang tidak sama derasnya, perih dengan sayatan yang tiada sama panjangnya. Semua tidak ada yang sama. Detik ini pun hanya ada saat ini. Detik kemarin berlalu bersama apa yang kita lakukan.

Maka apa yang sudah kulakukan pada masa itu.
Memori yang selalu menggelayut manja meminta diraih kembali. Tapi sedikitpun sesal tidak terenyuh menghampiri. Salahi langkah terdahulu pun tidak terlintas sama sekali. Bantai dan hempaskan saja

Namun syaitan selalu punya cara; menggoyahkan asa, menggubah debar dan rasa, merangsek jiwa dan memaksa membuang payah dalam ketersiaan, dalam kebermaknaan semu.

Semoga Allah melindungi kita dari godaan syaitan yang terkutuk yang menyimpangkan miliaran gigabyte angan dan triliunan joule energi kita melewat batas koridor sirkuit-sirkuit perjuangan.


Allah Ghayyatuna..


There are sunshines in every where every place, otherwise the moonlights come and greet..
both are too faraway, though..

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.