Thursday, July 8, 2010

"The Hospital" Review & Peliknya Dokter Bedah

بسم الله الرحمن الرحيم
Mengisi waktu luang, sebenarnya ingin ke taman bacaan di dekat SMA. Dah kebelet baca Bumi Cinta-nya Kang Abik. Kalau beli kemahalan euy, sayang uang untuk koleksi buku sekali baca.. ah, kenapa jadi curhat ini.Ga nyambung sama judul.

Mau cerita dikit ttg film Taiwan yg baru (beberapa) saya tonton. Semuanya 5 DVD, setiap kepingnya berisi 7 episode. dan 1 episode-nya sekitar 45 menit. Fiuh, tadinya saya kira sebentar, taunya 1 keping aja lama benerrrr...hehe..

Keping 1
The Hospital. Seperti judulnya, bisa ditebak kalau ceritanya seputaran rumah sakit, bukan bus ataupun kenek.Kalau bus dan kenek, nanti berubah jadi The Terminal.
Peran utamanya seorang dokter muda yang diperankan oleh Jerry Yan. Itu tuhhh, si Dao Ming Tse ketua geng F4. Masih ga tau? niih, ada gambarnya:

kiri kanan: dr.Qiu - dr. Guan - dr. Su
Film ini diawali dengan kedatangan presiden yang menyerahkan perawatan putri semata wayangnya ke rumah sakit tempat dr.Su (Jerry Yan) bekerja. Konflik bemula ketika dr.Su dipilih untuk menangani operasi penanaman implan central IV line --yg sampai sekarang saya ga tau bentuk dan fungsinya apa--di jantung putri tanpa izin kepala bagian tempat dr.Su bekerja. Singkat cerita, konflik-konflik lain menimpa kolega sang dokter; Direktur RS lah, kepala RS lah, kepala bagian lain lah, senior sebagian lah dan yang paling penting gebetannya (ga pake -lah)

Klasik, stereotip, film2 kedokteran seperti ini memang biasa dibumbui tentang percintaan. Bayangkan, kisah cinta dr.Su saja memakan hampir 1 episode. Ga apa2 sih, bisa menambah wawasan saya tentang cinta. Tapi, esensinya adalah apa-apa yang dihadapi para dokter, birokrasi rumah sakit, dan hubungan dokter-pasien.

Saya ga tau sebenarnya dr.Su itu dokter spesialis apa; IPD atau Bedah, mungkin mmg beda pembagian divisi RS tiap negara kali ya. Tapi yang saya tahu dari cerita, dia punya keterampilan klinik yang oke banget soal dua bidang itu. Salut! Ada lagi sejawatnya sekaligus saingannya, dr.Qiu, yang amat pintar tapi tidak seberpengalaman dr.Su. Walaupun begitu, dia tetap keren dimata saya. Nah, apa yg terjadi pada keluarga dr.Su & dr.Qiu mengingatkan saya tentang sesuatu, tentang dokter bedah.

Keping 2
Masalah si putri semakin menjadi. Kondisinya memburuk. Port A, alias central IV line, itu pun dicabut demi mencegah kondisi yang lebih parah. Dr. Su dimusuhi seluruh staff rumas sakit. Daan...dr.Qiu yg malang..
Ah, entah, perhatian saya malah tertuju pada pria beranak satu ini.. x.x

Dr.Qiu memiliki istri yg cantik rupanya dan anak perempuan berumur belasan tahun. Dia adalah wakil ketua bagian penyakit luar di rumah sakit di film ini. Di umurnya yg tergolong muda dengan kepintarannya yg luar biasa, kemungkinan besar dalam waktu dekat, ia akan direkomendasikan menjadi ketua bagian.
Bila kita tinjau dari aspek kemaslahatan keluarga, maka hal tersebut adalah momen yg ditunggu siapapun. Bagaimana tidak? Kenaikan pangkat gitu.. sama saja menambah kemakmuran keluarga. Rencana membeli rumah baru, mobil baru,dan segala yg baru dia rencanakan bersama istri termasuk memindahkan ke putrinya ke sekolah yg lebih baik.

Namun, bila kita tinjau dari aspek institusi dan birokrasi, tentu implikasinya lain lagi. Selama menonton sy perhatikan karakter dr.Qiu. Dia, pada dasarnya baik, tapi idealisme dokternya kurang. Demi posisi pentingnya, beberapa sumpah hiprokrates yg dia langgar. Dr.Qiu 'makan temen' iya. Dr.Qiu penjilat iya. Dr.Qiu pura-pura ramah iya. Dr.Qiu sombong iya. Dr.Qiu keras kepala iya. Dr.Qiu kurang mengutamakan kesehatan pasien iya. Silakan pilih mana tindakan di atas yg merupakan pelanggaran sumpah mana yg bukan ;p

Ahhh, satu lagi yg menurut saya kelewatan, parah pisan pokoknya. Dr.Qiu selingkuh! selingkuh kawan! Selingkuh adalah suatu alergen yg perlu kita waspadai bersama. Demi menutup aib (baca: kesalahan prosedur dengan sengaja yg menimbulkan kerugian pada pasien demi kepentingan pribadi atau kelompok) dari wartawan seksi nan pintar, dia berani menipu istrinya.
"Maaf sayangku, aku hari ini pulang terlambat..iya, ada rapat..mmm? tidak..tidak tahu pasti sampai kapan"
Rapat atau RAPET?! Saat dokter menelepon, sang wartawan dengan agresif menarik2 dasi dr.Qiu dan bilang, "Aku bunnnuh kamu!!!!"
Kontan sang dokter tercekat dengan mata hampir loncat dari tengkoraknya. Ah, bagian ini lebay ;p
yah, adegan yg tidak perlu diceritakan, kan..

Sungguh pelik rumah tangga dan karier dr.Qiu. Betapa malang nasib istrinya yang baik dan jelita juga setia. Dia tidak tahu bahwa di belakang suaminya berbuat serong. Hffhh...*berasa ibu2 tukang gosip haha*
Naudzubillahi mindzalik. Mau percaya atau tidak, itulah black side dunia kedokteran. Ada yg waras dengan segala usaha mempertahankan kewarasannya. Ada yg terpeleset dan tak dapat tertolong lagi. Ada yg teriming-imingi dengan rayuan manis..sayang sekali..Namun, kejahatan tetaplah kejahatan. Nila setitik, rusak susu sebelanga..dan sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya!

Someday, seorang dokter bedah gastro curhat pada anak didiknya. "Anakku, tak seperti yg orang bayangkan di luar, menjadi dokter itu hidup enak dan tinggal ongkang2 kaki. Padahal, setiap detik kami harus memelihara nyawa pasien, rela dibangunkan bila ada kegawatdaruratan medis, sementara pekerja lain nyenyak tidur bersama pasangannya. Lalu, dalam kondisi dilematis memilih antara keselamatan pasien atau menemani anak semata wayang pada hari ulang tahunnya. Ada lagi, ketakutan akan komplikasi pasca operasi, walaupun keluarga sudah menandatangani kesepahaman bila sesuatu terjadi akibat tindakan medis sampai kemungkinan komplikasi terburuk, sulitnya menyambung usus dan ketakutan akan kebocoran usus. Kekhawatiran akan terjadinya malpraktik. Tuntutan...capek fisik..dan... perselingkuhan.."

Oh my, masyaallah..
Saya jadi takut, itukah yg harus saya hadapi nanti? saya begitu ingin menjadi dokter bedah..
Saya juga was-was..kalau kalau suami saya ternyata dokter bedah..
Tapi, pekerjaan apapun..bila diniatkan menjadi ibadah, maka setan akan mengganggunya dari segala penjuru..

Allah..
Ya Muqallibal qulub, Tsabbit qalbi ‘alaa tha’atik ... Ya Muqallibal qulub, Tsabbit qalbi ‘alaa dinnik... Ya Muqallibal qulub, Tsabbit qalbi ‘alaa da'watik 
Ya Muqallibal qulub, Tsabbit qalbi ‘alaa sabilik...
Ya, Allah, lindungi kami dari gangguan setan yang terkutuk.
aamiin..

3 komentar:

Cherish said...

teteh itu judul filmnya apa? jadi pengen nonton

Intan said...

Judulnya The Hospital, che.. ^^
wah, ternyata che punya blog juga..teteh link yaa..

cherish said...

Nyari ah...

hehe...che juga udh ngelink teteh...

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.