Saturday, July 9, 2011

Sisi Lain Penampakan Preman

بسم الله الرحمن الرحيم
Dari teman saya di IGD-Bedah,
"Tampangnya sih preman, tan. Tapi pas sekarat gitu yang keluar dari mulutnya dzikir. Ga kayak yang di sebelahnya, kalimat kebun binatang semua"

Dari korban kekejaman preman saat stase di Forensik,
"Korban seorang tukang parkir yang tiba-tiba didatangi gerombolan preman, lalu dipukuli dan ditusuk sampai meninggal." Berita lengkapnya disini.

Dari angkot yang saya tumpangi semalam,
Keneknya berjaket hitam dengan manik-manik perak menghiasi kerah dan tepi bawah jaket.
Sopirnya memakai kaos juga berwarna hitam. Keduanya masih terlihat belia, yah, masih lebih muda dibandingkan umur saya.
"Teh, tadi nunggu angkotnya lama?", tiba-tiba supir bertanya. Saya penumpang pertama di angkotnya yang masih melompong.
"Ehh,..engga", sahut saya sambil menggeleng cepat.  Kaget.
Seraya mengemudi, supir memindahkan MP3 player yang terhubung dengan speaker besar plus bass yang distel kurang pas sampai-sampai vokal penyanyi teredam tidak jelas. Errrgh..ajeb-ajeb dah.

Satu persatu penumpang naik dan sampailah mobil di jalan Sarijadi lalu tiba-tiba berhenti. Masih nyari penumpang ya, pikir saya.
"Mau kemana, pak?", tanya supir lempeng (datar-red) tapi agak tinggi nadanya. Tepat di samping mobil ada bapak-bapak berkaca mata hitam memegang tongkat. Tuna netra.
"Mau nyebrang", jawab bapak itu, sama-sama lempeng.
"Oh, mau nyebrang", supir membalas lagi. Lagi-lagi lempeng. Ya ampun, kenapa sih. Kalau mau ngetem jangan menghalangi orang buta mau nyebrang dong. Saya geram jadinya.

Sesaat setelahnya, angkot melenggang maju beberapa meter kemudian berhenti. Supir itu membuka pintu dan berlari ke arah bapak itu, lalu menggandengnya dan membantunya menyeberang!
Subhanallah! Barakallah Aa supir, Barakallah bapak, doa saya bertubi-tubi.

Entah bagaimana kehidupan para preman sebenarnya. Terbayang kehidupan, kekejaman mereka bahkan dari penampilannya yang metal-rock setengah hati-gimana-gitu sudah cukup bikin saya mematahkan langkah untuk berada dekat. Kalau bisa saya tidak pernah mau berurusan dengan mereka. Tapi, preman juga manusia, bisa sakit dan masuk IGD, bisa berkelahi dan ditusuk lalu jenasahnya kita otopsi, bisa juga baik hati menyebrangkan bapak-bapak tuna netra..

Kalau ada preman yang baca ini, salam kenal aja *lhooo*
Tetap menjadi inspirasi dalam kebaikan ya, bro!

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.