Saturday, May 9, 2009

Rohis FIK Unpad -> DKM FK Unpad

بسم الله الرحمن الرحيم

=FK feat. FIK=

Masjid Asy-Syifaa' kedatangan tamu! Senang, karena sudah lama ga dikunjungi (terakhir 2 bulan lalu saat Rakernas FULDFK).
Kali ini Rohis Quwwatul Azzam FIK (Fakultas Ilmu Keperawatan) yang berkesempatan sharing dengan pengurus DKM.

Dibuka dengan sapa salam dan tilawah oleh MC, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari ketua acara (Ketua D'Net), Ketua DKM, dan Ketua Rohis.

Kemudian, pemaparan profil LDF oleh ketua kedua pihak dimulai.
Nesta memulai dengan sejarah berdirinya DKM Asy-Syifaa' dan diakhiri dengan SWOT kepengurusan tahun ini. Anis memulai dengan maaf (^^) dan all about Quwwatul Azzam setelahnya.
"FIK itu ada yang bilang Fakultas Ilmu Keakhwatan.. terus ada juga yang bilang Fakultas..", canda Anis. Semua tertawa kecil.
Kalau FK, ada yang bilang Fakultas Kertas. he3
"Jumlah pengurus kami kebanyakan akhwatnya...jangan heran kalau para akhwat mindahin galon, angkat-angkat meja.."
Masyaallah ukhti. Tapi hampir mirip dengan FK si. Secara ikhwan itu sedikit. Dan ternyata setelah sharing perdepartemen saya lebih kaget lagi.
"Memang jumlah ikhwan di angkatan 2007 berapa ya?", tanya saya ke Puput, Kadep Medium (Media&Informasi Umum).
"15 dari 100-an, teh", sahut sang ketua. Sedikit, nyaaa.. di FK mendingan ada 1/3. Alhamdulillah.
"Memang di Kesehatan itu selalu banyak akhwatnya ya", tambahnya.
"Iya, ya." kata saya sambil senyum.

Terus dan terus, pembicaraan kami berlanjut ke proker dan produknya. Saya perhatikan juga departemen lainnya: Semangat. Lalu, setelah bertukar hasil karya dunia media, acara dibreak dengan sholat Asar kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab setelah semua departemen kembali berkumpul.

Tak lupa, dan tak pernah ada yang lupa sepertinya, setelah acara usai ditutup sesi foto-foto dibuka. Ikhwan dengan ikhwan dan sebaliknya.

Jaulah. Kunjungan. Silaturrahim. Sharing ilmu dan pengalaman. Foto-foto. Semua menjadi serpihan tambahan dalam rangkaian kehidupan saya hari ini. Syiar-Da'wah memang bukan jalan yang lurus layaknya jalan tol. Likuannya harus dijalani dengan hati-hati. Tikungannya harus diwaspadai karena kita tidak akan pernah tahu pasti apa yang ada dibalik tikungan selanjutnya. Bukan juga berarti kita tidak akan pernah merasakan jatuh maupun terjungkal. Tapi kekuatan untuk kembali bangkit menyelusuri jalan inilah yang dimiliki para pejuang da'wah sejati.

Masih ada banyak yang harus dipelajari lagi. Keep calm n cool, Tan, kata teman SMA saya, dulu.
Maksimalkan hari ini, karena kita tak tahu apa yang kan terjadi esok. Dan tak lupa, manusia hanya pandai berencana, tapi Allah-lah Penentu pada akhirnya.
Rencana-rencana kepengurusan yang tertuang dalam Proker pun kadang seperti itu. Satu proker tak jalan, ada proker insidental yang lebih baik menggantikan. n_n

Wallahualam.
Rabbi zidni 'ilman warzuqni fahman. amin.

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.