Monday, June 15, 2009

Air Sehat (2)

بسم الله الرحمن الرحيم

Tidak Terlihat tetapi Sangat Berbahaya
Hingga saat ini penduduk Indonesia sulit terbebas dari penyakit diare, kolera, disentri hingga tifus. Sebab, semua penyakit tersebut berhubungan erat dengan air (waterborne diseases).

Selain penyakit tersebut, hepatitis A dan poliomelistis anterior akut juga banyak ditemui di masyarakat.

"Bahkan tidak sedikit dijumpai masyarakat mengalami keracunan, karena adanya senyawa kimia dalam air minum melebihi ambang batas kosentrasi yang diijinkan," kata Arie Herlambang, peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), kepada Media Indonesia, Senin (20/3) di Jakarta.

Arie menerangkan kontaminasi air minum yang dipasok untuk keperluan masyarakat umum dapat terjadi akibat limbah industri, domestik, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), korosi dari pemipaan, dan juga akibat hasil samping dari proses disinfeksi dengan klorin.

Proses kontaminasi itu, lanjutnya, dapat terjadi mulai dari sumber air baku, selama proses pengolahan, ataupun pada pipa distribusinya.

Beberapa zat kimia yang bersifat racun terhadap tubuh manusia, kata Arie, antara lain logam berat, pestisida, senyawa polutan hidrokarbon, zat-zat radioaktif alami atau buatan dan lain sebagainya. Zat berbahaya itu tidak teraba maupun kasat mata. Bahkan setelah dipanaskan 100 derajat celsius pun zat kimia di dalam air cenderung tidak hilang. Sebab pemanasan hanya mematikan bakteri atau kuman.

Kualitas Air

Air dikatakan berkualitas dan bebas dari kontaminasi apabila memenuhi syarat pada 4 aspek: kimia, biologis, fisik dan radiologis.

Dalam menetukan kualitas air harus berpedoman pada baku mutu air. Menurut PERMENKES No. 416/MENKES/PER/IX/1990 disebutkan bahwa baku mutu air adalah kadar zat atau bahan pencemar yang terdapat dalam air untuk tetap berfungsi sesuai dengan golongan peruntukan air tersebut.Berdasarkan peruntukan tersebut, air dibagi menjadi lima golongan yaitu:

  1. Golongan A, air pada sumber air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
  2. Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai baku untuk diolah menjadi air minum dan keperluan rumah tangga lainnya.
  3. Golongan C, yaitu air yang dapat dipergunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.
  4. Golongan D, yaitu air yang dapat dipergunakan untuk kepentingan pertanian dan dapat dimanfaatkan untuk usaha diperkotaan, industri, dan listrik tenaga air.
  5. Golongan E, yaitu air yang tidak dapat digunakan untuk keperluan tersebut pada peruntukan air golongan A, B, C, dan D.
Perbandingan kualitas air tanah sebagai air minum memakai perbandingan kualitas air golongan A. Persyaratan kualitas air golongan A menurut PERMENKES No.416/MENKES/PER/IX/1990 adalah:

No

Parameter

Satuan

Kadar Max. Yang Diperbolehkan

Keterangan

I
01.
02.
03.
04.
05.

Fisika
Suhu
Warna
Bau
Rasa
Kekeruhan


Co
Skala TCU
-
-
Skala NTU


± 30
15
-
-
5


Suhu Udara
TCU= True Colour Unit
Tidak berbau
Tidak berasa
-

II.
01.
02.
03.
04.
05
06.
07.
08.
09.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.

Kimia
Sisa Chlor
Derajat Keasaman (pH)
Zat padat/jumlah
Zat Organik
Karbondioksida agresif
Kesadahan Jumlah
Calsium
Magnesium
Besi jumlah
Mangan
Tembaga
Zink
Chlorida
Sulfat
Sulfida
Fluorida
Ammoniak
Nitrat
Nitrit
Phenolik
Arsen
Timbal
Selenium
Chromium
Cyanida
Cadnium
Air Raksa
Daya hantar listrik


Mg/l
-
Mg/1
Mg/1
Mg/1
oD
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
Mg/1
pm hos/cm


-
6,5-8,5
1000
10
0
-
200
150
0,3
0,1
1
5
250
400
0,05
1,5
0
10
1
0,002
0,05
0,05
0,01
0,05
0,1
0,005
0,001
-


Sebagai C12
-
-
Sebagai KMnO4
Sebagai CO2
-
Sebagai Ca
Sebagai Mg
Sebagai Fe
Sebagai Mn
Sebagai Cu
Sebagai Zn
Sebagai Cl
Sebagai SO4
Sebagai H2S
Sebagai ion F
Sebagai ion NH2
Sebagai ion NO3
Sebagai ion NO2
Sebagai Phenol
Senagai As
Sebagai Pb
Sebagai Se
Sebagai Cr Martabat 6
Sebagai ion Cn
Sebagai Cd
Sebagai Hg

III
01.
02.

Mikrobiologi
Coliform tinja
Total Coliform


Jumlah per 100 ml
Jumlah per 100 ml


Nihil
Nihil


95 % dari sampel yang diperiksa selama setahun kadang-kadang boleh 3 per 100 ml sampel air tetapi tidak berturut-turut

IV
01.
02.

Radioaktivitas
Aktivitas alfa (Gross Beta activity)
Aktivitas Beta (Gross Beta activity)


Bq/l
Bq/l


0,1
1,0


-
-

http://www.litbang.depkes.go.id/aktual/kliping/air220306.htm
http://www.malang.ac.id/e-Learning/FMIPA/Budi%20Handoyo/geografi4.htm


15 Juni 2009
Keterangan: yang diwarnai biru pada tabel adalah soal & jawaban PHOP II Final Exam 2009
(^^)' Alhamdulillah akhirnya terjawab.

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.