Monday, August 24, 2009

Day 0: Before Fasil

بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamu'alaikum!
Fasilitator atau yang lebih akrab dipanggil fasil kini bertengger di daftar amanah saya. Julukan fasil sudah 3 tahun lalu menjadi impian buat seorang Intan. Huah, lama bener ya..! Akhirnya hari ini, Alhamdulillah, saya bisa jadi seorang fasil dan besok saya resmi bertugas.*a big smile for it*

Ada teman dari ITB bertanya di FB, "Segitu susahnya jadi Fasil?". Lalu saya jelaskan bahwa tidak selebay apa yang tertulis.

Mengingat fasil saya dulu begitu menyenangkan, menolong, rendah hati, santun, 'nyunda', rame, ramah..pokoknya sejuta predikat yg tidak bisa saya jelaskan..saya putuskan bahwa saya harus jadi fasil di OSPEK berikutnya!

Tapi ternyata harapan saya pupus. Tim Rohani lebih membutuhkan saya. Saya ditolak menjadi fasil. *hiks* Tapi saya sudah jadi mahasiswa, tidak boleh egois. Lagipula "manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi saudaranya". Lalu saya berpikir, kalau memang saya dipilih untuk jadi tim Rohani, berarti saya akan lebih bermanfaat disana. Dan Alhamdulillah, ternyata Allah menganugerahkan tim yang luar biasa. Kejadian demi kejadian yang tidak kalah luar biasa pun terjadi selama OSPEK. Bagai terbang diberi duren (bukan jatuh tertimpa tangga ;p) semua yang saya alami bersama tim menjadi titik balik perenungan seorang Intan untuk BERUBAH! untuk IKHLAS! dan lebih GIAT dalam BERIBADAH!
Bukan hanya itu, tapi juga bagaimana saya bisa menambah skill berorganisasi dengan para kakak kelas karena saya yang termuda saat itu.

Setahun berikutnya, harapan itu muncul lagi. Saya harus menjadi fasil tahun ini. Itu tekad saya. Tapi ternyata lagi-lagi saya gagal. Bukannya jadi fasil, tapi malah jadi koordinator fasil. Allah.
Dan saya berpikiran sama lagi kalau saya akan lebih bermanfaat! Lalu kemudahan komunikasi, silaturahim dengan dekanat, dosen-dosen (dokter) muda pun terjalin. Saya jadi lebih populer *hoho*
Segala puji hanya untuk Allah...walaupun waktu jabatan lebih panjang (sekitar 7 bulan) dan sempat jatuh bangun, saya berharap apa yang sudah saya lakukan tidak sia-sia.
Sempat saya berpikir untuk lari, karena merasa tidak kompeten. Hingga pada akhirnya saya menarik diri secara perlahan. Tapi ternyata itu bukan solusi terbaik buat hidup saya. Toh ada tidaknya saya, dunia mentoring akademik akan tetap berjalan. Tetapi satu hal yang membuat saya tetap bertahan. "Dimana rasa syukur dan tanggungjawab kamu???"
Tidak semua orang bisa mengurus 35 kelompok, 1 angkatan, hampir 300 orang dalam 1 semester! dan saya dipercaya untuk itu. Berarti saya harus bisa!
Mentoring Akademik memang hal baru di FK, tapi hal baru bukan tidak bisa dipelajari dan dipersiapkan. Be brave, tan!

Setelah 7 bulan berlalu, yang saya rasakan adalah sebuah tim besar yang baru sedikit saya pahami. Saya belajar sangat banyak, lebih banyak dari tahun lalu. Sesuatu yang berbeda, berbobot, dan mewarnai sisi lain hidup saya.

Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada, hanya satu kata yg ingin saya beri untuk amanah itu: LUAR BIASA!

Kini, tahun ini, 2009, impian saya menjadi nyata.
Intan RD (2006) dan Nisa RR (2008) menjadi Fasilitator kelompok 16!

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.