Friday, August 14, 2009

Iseng Katanya

بسم الله الرحمن الرحيم

"Jadi dokter keinginan sendiri atau orang tua, dek?", tanyaku kepada salah seorang mahasiswa baru.
"Sendiri, teh.."
Aku mengangguk. Tapi ada yg mengganjal pada caranya bertutur kata.
"Asalnya angkatan 2009?"
"Bukan, teh.. Pernah di ITB, ngambil mikrobiologi..."
Wah, seketika saya dan partner 'terpesona'.
"Memang dulu ga pilih FK?", lanjut saya.
"Iyaaa habisnya, iseng2 ikut tes.. ternyata masuk gara2 iseng itu..ya udah dijalanin aja di ITB", jawabnya santai sambil tersenyum 3 jari.

Jujur, saya kurang suka dengan jawaban itu.
ISENG KATANYA??? Bikin emosi aja...
Astagfirullah.. Kalau diterimanya dia di ITB itu dimulai dengan niat ISENG, berarti setahun ini dia habiskan dengan keisengan saja. Datang kuliah semaunya, mengerjakan tugas seadanya, praktikum just for having fun, yaaah, selama dianggapnya praktikum itu menyenangkan. Sisanya...?

Memangnya yg ingin masuk ITB dia saja begitu? 1 Orang harus 'mengalah' kehilangan kesempatannya kuliah di ITB hanya karena keisengan dia.

Mendengar kata iseng untuk masalah kelulusan masuk perguruan tinggi negeri itu bukan hal menyenangkan buat saya. Juga untuk hal-hal serius yang menyangkut masa depan, semestinya bukan disikapi dengan kata ISENG. Sepertinya mudah baginya untuk memasuki PT mana saja yg dia suka. Yah, sekedar bermodal kepintaran dan uang barangkali. Dan itu cukup. Mungkin.

Satu kata: EGOIS
Kata kedua: MUBAZIR
kata ketiga: SOMBONG

Akan lebih baik kalau dia menjawab ANTISIPASI. Tapi, kalau teman2 mendegarnya langsung, pasti kalian tidak akan menemukan secercah kekhawatiran pada nada bicaranya.

Kalau dengan iseng saja dia bisa masuk ITB, berarti bisa masuk mana saja dengan cara yg sama. Saya mencoba membaca cara berpikirnya. Semoga dia tidak lupa dengan Yang Maha Berkehendak. Semoga dia tidak lupa bahwa ada Allah yang bisa membalikkan segala situasi, yang sangat serius mengurus makhluq-makhluqNya.

Allahu'alam. Jangan iseng ya kalau mau jadi dokter ;)

14 agt 09. 22:50

1 komentar:

Indra Permana said...

sabar tan...
ga usah emosi gitu...
hehehehe...

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.