Monday, May 31, 2010

Menikah Part 3: Sakinah, Mawaddah, Warahmah

بسم الله الرحمن الرحيم

Bukan kata-kata yg asing lagi ya teman-teman. Apalagi buat yg sering mendoakan kalau ada sanak saudara yg menikah "semoga menjadi keluarga SaMaRa, Barakallahu laka..dst", pasti iyeh banget sama 3 kata ini.

Terdengar indah sekali kalau bisa terwujud, kan ya..Tapi jujur aja, saya sendiri masih ga mudeng bedanya apa sampai akhirnya ust.Hervy menjelaskan dalam suatu kajian tentang pernikahan. Ehem, ehem. Ga sreg aja berdoa tapi ga ngerti artinya apa ;)

Okey, kita singkat tiga kata itu menjadi samara. Samara seyogyanya termaktub dalam visi pernikahan. Secara umum visi menikah adalah membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah sehingga terwujud sebuah baiti jannati (rumahku syurgaku).



Pengertian sakinah adalah adanya ketenangan dalam kehidupan keluarga karena landasan iman dan taqwa. Sementara mawaddah berarti adanya cinta yang lebih porsinya tanpa harus memenuhi kewajiban. Contonya, sang Humaira, Aisyah istri Rasulullah. Tidak hanya karena merah pipinya lantas ia disebut Humaira, tetapi juga karena suka memakai baju berwarna merah, baju terbaik yang disukai Rasulullah ternyata. Lain halnya dengan Rahmah. Rahmah (mengasihi) tercipta karena semua kewajiban suami dan istri dapat ditunaikan serta hak-hak diberikan kepada pasangannya.

"Ada tips buat mewujudkan mawaddah", kata beliau,"coba buat program mawaddah perpekan tanpa diketahui pasangan".
Di rumahnya, ustadz Hervy biasa membuat jadwal keluarga di sebuah white board. Setahu saya ustadz Suherman dan kebanyakan keluarga biasa menuliskan agenda di suatu tempat yg terlihat macam ini. Nah, untuk program mawaddah, sang ustadz sengaja tidak menuliskannya. Satu program mawaddah yg beliau sarankan bagi pada suami adalah membereskan rumah sebelum istri terbangun pagi.
"Jadi pas istri bangun, kaget! Surprise buat Istri, kan. Terus, istri memuji 'Waaah, makasih Abi sayang'", lanjut beliau heboh.

Semoga pasangan saya juga suka buat surprise begitu dan lebih baik dari itu. hihi ;p






0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.