Wednesday, June 9, 2010

dia yang (tak) istimewa

بسم الله الرحمن الرحيم
http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/04/sakaw_by_renansa.jpg


tak ada yang istimewa
semua biasa saja
biasa pada tempatnya
biasa pada waktunya
biasa pada halnya

sampai suatu hari
biasa hilang
sampai suatu hari
baru kusadari
ia yang biasa
ternyata istimewa

====================

puisi aneeeeeh...
hadoooh...
baru sadar kalau ternyata saya KECANDUAN lagi..

Eniwei itu puisi yg dibuat oleh teman SMA kelas 2 dengan redaksi kata yg berbeda, lho..
Saking dia bisa merangkum perasaan saya menjadi bait-bait puisi (semuanya lebih dari 6 bait), jadinya selalu teringat. Biar ga salah sangka lagi, yang buat puisi itu perempuan v(^.^). Waktu SMA ga deket sama laki-laki soalnya.

Dan candu itu saya temukan lagi di tanahnya ia berasal (you know where).
Candu jenis yang sama dengan varian yang berbeda. Candu yg selalu menawarkan kebahagiaan.
Seolah candu memiliki segala. Tapi itu semu kawan. Semu yg luar biasa, yang sanggup mengubah neraka menjadi surga, membolak-balikan kejahatan menjadi kebaikan.

Apakah saya terlalu berlebihan mendeskripsikannya?
Padahal masa rehabilitasi itu sama dengan masa adiksi buat saya.
Padahal sakau itu begitu menyakitkan.
Bukan dalam hitungan hari jiwa ini harus menahan,
tapi detik per detik begitu lama rasanya harus terlewati

Kini, telah berlalu seratus juta detik lebih
Dengan keadaan yang seolah normal
Semua pada ambang normal
Tapi hampir-hampir rusak!
lagi-lagi karena candu!

Tidak cukupkah pengalaman itu mengajarimu wahai jiwaku?
Benarkah rela dirimu membuang apa yg menghinakanmu?
Tak sanggupkah engkau memperpanjang sabarmu walau sedikit saja?
Sabar untuk menemukan kebahagiaan yg nyata?

Selesaikan sampai akhir
walau Allah tak menjanjikan dapat berakhir dalam waktu cepat
tapi Allah berjanji bagi orang-orang yg sabar dalam kebaikan;
keberuntungan..
(Al-Ashr)


sunshine
june 2010


http://farhantaqwa.files.wordpress.com/2009/06/skull.jpg

===========================
*candu bukan dalam makna sebenarnya

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.