Friday, June 11, 2010

Beberapa Prinsip Dakwah

بسم الله الرحمن الرحيم
Beberapa prinsip dakwah yang harus dipegang teguh oleh para Da’i ilallah.
Di antara prinsip yang harus dipegang oleh para Da’i dan aktivis dakwah ialah :
1. Kita harus bangga dan merasa bahagia karena tergabung dalam dakwah ilallah. Allah menjelaskan: “Katakanlah, dengan karunia dan rahmat Allahlah kamu bergembira. Karunia dan rahmat Allah itu jauh lebih baik dari harta yang mereka kumpulkan”. (QS. Yunus : 58). Abu Musa Al-Asyari menjelaskan : Karunia Allah itu adalah Al-Qur’an.
Sedangkan rahmat-Nya ialah bahwa Allah jadikan kita sebagai orang-orang yang konsisten dengan Al-Qur’an dan menegakkan nilai-nilai Al-Qur’an. Demikian juga karunia Allah pada kita ialah Allah pilih kita menjadi Da’i iallah sesuai Al-Qur’an.


2. Sebagai Da’i dan aktivis dakwah, di mana saja berada, harus memiliki sumber ma’isyah (kehidupan). Jangan sekali-kali hidup dari dakwah. Jangan sekali-kali mengharapkan bayaran dan jangan sekali-kali meminta-minta pada masnusia.
Nanti Anda bisa menjadi hina dan tidak berharga di mata mereka atau mereka dengan mudah menakar Anda. Rasul Saw. menjelaskan : Zuhudlah kamu terhadap dunia, Allah pasti menyayangimu. Dan zuhudlah kamu terhadap harta yang ada di tangan manusia nanti mereka akan sayang kepadamu.
Untuk mendapaatkan kasih sayang Allah kita harus zuhud pada dunia, maka untuk mendapat kasih sayang yang tulus dari manusia, kita harus menghindari meminta-minta dari mereka.

3. Sebagaimana kita ketahuai semua, bahwa ilmu adalah dasar utama (setelah iman). Ilmu tentang Al-Qur’am, hadits dan sebagainya. Ini adalah masalah prinsip. Orang yang berdakwah tanpa ilmu, ia akan merusak Islam dan dakwah lebih banyak dari apa yang ia perbaiki.
Umar Ibnul Khattab ra mengatakan : Anda harus faqih dulu sebelum memimpin. Jika seseorang sudah menjadi pemimpin atau tokoh masyarakat, akan sulit baginya menuntut ilmu secara maksimal, karena waktunya akan habis dengan jamaah atau masyarakatnya. Coba banyangkan jika seseorang yang menjadi tokoh dan panutan masyarakat sedangkan ia tidak memiliki ilmu yang mendalam tentang Islam, pasti tidak akan banyak yang bisa dia lakukan, dan bahkan mungkin lebih banyak merusak ketimbang melakukan perbaikan.

4. Jangan terlibat dan buang waktu dalam hal perselisihan atau perpecahan. Lapangan dakwah Indonesia harus bersih dan bersih dari persoalan perselisihan baik antar para Da’i maupun antar jamaah atau kelompok dakwah.
Kita harus saling menolong dan bekerjasama. Berapapun harganya harus kita bayar. Di hadapan khalayak atau masyarakat kita harus terlihat bersatu, kendati kita memeliki berbagai perbedaan. Lakukanlah nasehat dengan rahasia….. Harus dengan rahasia (Beliau tekankan betul sampai dua kali). Tidak boleh di hadapan khalayak atau media. Untuk itu kita harus saling mencintai karena Allah.



oleh: Syekh Usamah Rifa’i  (ulama dari Suriah, Damaskus)
Lebih lengkap: http://www.eramuslim.com/berita/silaturrahim/jangan-hidup-dari-dakwah-nanti-anda-menjadi-hina.htm

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.