Monday, October 4, 2010

Kenapa harus Internship?

بسم الله الرحمن الرحيم
Potongan motlet saya (motivation letter) untuk seleksi delegasi ke Padang.. Hm.. ada yg sepikiran sama saya??

"Bismillahirrahmanirrahim
Program Internship. Pertama kali tahu istilah itu dari teman saya di FK UNAND. Kata beliau yang angkatan 2005, internship kali ini adalah kali kedua yang dilaksanakan di Padang. Dari pembicaraan itu pula saya tahu kalau Unand adalah pelaksana pertama program internship. Program dari pemerintah bagi siapa saja yang telah melampaui fase kepaniteraan sebagai bentuk “pemantapan” sebelum benar-benar menjadi dokter.

Pada pelaksanaannya, peserta program akan disebar ke berbagai Rumah Sakit dan Puskesmas yang telah ditentukan oleh Depkes. Peserta sudah seperti dokter—mandiri dalam berinteraksi dengan pasien, menganamnesis, mendiagnosis, meresepkan obat dan sebagainya serta digaji oleh pemerintah—meskipun masih ada yang men-supervisori. Hal itu menarik sekali bagi saya apalagi menyangkut kemandirian berprofesi. Peserta juga seakan tidak perlu repot mengurusi administrasi seperti program PTT apalagi sama-sama digaji. Walaupun nominalnya relatif tidak besar seperti PTT, pemberian insentif tersebut bisa menjadi sarana belajar bagi para calon dokter dalam mengelola hasil keringatnya sendiri.

Namun apakah semua hal tersebut berjalan lancar? Apakah dalam pengelolaannya pemerintah, intitusi pendidikan dan peserta sudah beriringan dan tidak ada kendala sama sekali?
Bulan Februari lalu program internship sudah diresmikan oleh Menkes dan akan dimulai diterapkan juga di FK Universitas lain di Indonesia seperti Unsoad, UGM, Unpad dll pada angkatan 2006 yg notabene angkatan saya. Kalau sudah begitu, itu berarti menurut pemerintah program di Unand sudah berhasil dilaksanakan. Lalu apa sebenarnya indikator keberhasilan program tersebut? Apakah program sudah berdampak pada pencapaian kompetensi peserta didik? Sudah siapkah universitas-universitas yang akan menerapkan program ini baik dari sumber daya manusia maupun sarana dan prasarananya?

Pertanyaan saya berujung pada: Apakah program intenship adalah cara terbaik untuk memantapkan peserta didik sebelum terjun langsung menghadapi dunia profesi yang sesungguhnya? Apa keunggulan dan kelebihan program ini? Tidak cukupkah hanya dengan program magang 6 bulan seperti yang sudah dilaksanakan oleh Unpad? Atau memang program internship lebih baik daripada program magang? Bagaimana halnya jika kita membandingkannya dengan program PTT?

Pertanyaan lainnya berkaitan dengan KBK atau Sistem PBL yg sudah sebelumnya diterapkan pada jenjang pendidikan dokter. Apakah internship adalah bentuk penyempurnaan atas keraguan pemerintah terhadap kualitas peserta didik ”keluaran” sistem PBL? Benarkah internship adalah hal yang dibutuhkan peserta atau malah hal yg dibutuhkan pemerintah saja atau justru keduanya?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan saya cenderung memojokkan pemerintah. Tapi sejujurnya saya ingin intership dilaksanakan jika memang diperlukan dan ketika elemen-elemen yang terlibat sudah siap. Dan sayangnya saya belum mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selama ini saya hanya update lewat situs pemerintah; depkes, KKI, IDI ataupun situs organisasi mahasiswa yang mana terdapat kajian-kajian terhadap pelaksaan program internship. Saya juga mencoba bertukar pikiran dan menggali informasi dengan teman2 ISMKI dan FULDFK terutama di bidang Kajian Strategis melalui berbagai media maupun bertatap muka secara langsung. Dari sanalah saya mendapatkan info sekaligus isu tentang perkembangan program internship.

Bagi saya pribadi, saya ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan saya secara tuntas ketika saya mendapatkan kesempatan menjadi delegasi ke Padang. Saya berharap dapat bertemu dengan para tokoh pelopor dan pengelola program internship. Hasil pertemuan tersebut juga diharapkan menjadi jawaban atas pertanyaan saya dan teman-teman saya.....serta menjadi bahan kajian yang kemudian dapat dibaca luas sebagai persiapan menjalani program intership dan diharapkan mendambah daya dukung peserta didik terhadap program ini."

2 komentar:

ariefudin said...

Kapan ke Padang dan bagaimana jawabannya? di share ya! Karena saya yakin semua yang PBL punya pertanyaan yang sama. Sebuah dugaan, "Output PBL diragukan kemampuannya!"

Intan said...

tanggal 26-27 September kemarin akh.
lagi ana susun jawaban2nya.
^^" punten..
coming soon insyaAllah..

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.