Saturday, January 8, 2011

Bedah: Plastik bikin spastik

بسم الله الرحمن الرحيم
Oik oik!* masih di bagian bedah. Minggu ke 6 adalah minggu bedah plastik yang kata teman saya bikin spastik. Wew..benar2 tidak terasa tinggal 3 minggu lagi di bagian bedah.

Ehm, apa yang teman2 bayangkan mendengar kata bedah plastik? Pasti deh ga jauh dari operasi plastik dan mempercantik diri. Saya kira yang datang wanita-wanita cantik yang ingin memperbaiki bagian-bagian tubuh tertentunya misalnya hidung, pipi, atau bibir. Tapi seminggu disini tidak ada satupun pasien yang seperti itu.
"yang begitu mah musiman..", kata preceptor kami, dr.L, Sp.BP.,"sekarang baru saja tahun baru, pasti pada bokek..", tambah sang dokter, senyum. :p
Yaaah, sayang sekali..
Upss, ini nih, dilema mau jadi dokter. Berharap ada pasien yang dengan itu kita bisa belajar dan memperkaya ilmu, tapi secara tidak langsung berharap ada yang sakit atau "sakit".
Di poli bedah plastik, baca status pasien masing-masing. Siap2 buat parade** besok.
Subdiv yang rapi
Di subdiv bedah lain banyak "bebas"nya misalnya ke Poli harus, ke OK boleh. Di plastik, grup langsung dibagi 2 setiap hari; satu ke OK, satu ke Poli (biar ga numpuk di Poli). Poli dan OK sama2 spastiknya asiknya, tapi saya lebih suka di Poli biar banyak liat pasien plastik. Untuk tindakan bisa juga dilakukan di ruang tindakan di dekat poli. Kasus bedah plastik kebanyakan kasus bedah minor seperti lipoma, kista atheroma, papiloma, clavus, bibir sumbing, hemangioma, AVM, dll. 

Mengejar target
Hari pertama
Pasien dg hemangioma ada di ruangan (Kemuning lt.2). Pasien pertama di hemithorax posterior, pasien kedua di infraorbital. Di Poli juga ada lagi, lumayan banyak ternyata. Pasien dg facial cleft juga ada. Sedih melihat wajahnya sementara batita lainnya dicubit-cubit pipinya, dede yg satu ini hanya saya pegang tangannya.

Hari kedua
STSG a/r parietal sinistra di OK.. plus flapping.. 
Pasiennya post necrotomy debridement atas indikasi luka bakar listrik. Sekarang di necrotomy debridement lagi di kulit kepalanya karena ada jaringan nekrotik, sebagian kulit kepalanya kering dan menghitam. Dari situ suspek ada os parietal yang nekrosis di bawahnya. Bahayanya, kalau jaringan nekrosis itu tidak dibersihkan bisa menyebabkan osteomyelitis. Nah, ternyata pas operasi terlihat ada sebagian kecil tulang yang menghitam sehingga dilakukan chipping, ditatah sampai keluar darah (bag. medulla). Bagian tulang yang sudah ditatah dan tidak berkulit diflap dengan kulit kepala bagian lainnya dengan menyisakan aponeurosis. Setelah itu, aponeurosis yang tak berkulit itu digraft (STSG) dari kulit (biasanya dari kulit paha).
Hari ketiga
GV, aff hecting, asistensi eksisi clavus (mata ikan)
Hari keempat
Lihat ekstraksi kuku. Ngilu saya.. @.@
Cemas belum pernah liat lipoma dan atheroma, sekarang harus ke OK. Eh, sampai di OK lt.4 ternyata ada pasiennya. Pas sekali..Malah ada 3 diagnosis sekaligus ditambah suspek papilloma pada pasien ini.
Jadi, ada satu benjolan di punggung kiri berukuran 2x2x1 cm teraba lunak, tidak nyeri, mobile, ada punctata --> kista atheroma. Satu benjolan di punggung kanan 0,5x0,5x0,5 cm, kenyal, tidak nyeri, terfiksir, bertangkai, berwarna coklat --> susp. papilloma. Satu lagi benjolan di thorax depan kiri berukuran 1,5x1x1 cm teraba kenyal, tidak nyeri, mobile --> lipoma. Mumpung belum di antiseptik, cepet2 palpasi.. ^^
*rejeki emang ga pernah ketuker, alhamdulillah..
Tambahan, eksisi clavus, kista atheroma dan lipoma itu kompetensi dokter umum, asal bukan dibagian wajah.

Hari kelima
**Parade! Parade disini bukan berarti pesta, tapi presentasi kasus dengan menghadirkan pasiennya langsung. Di plastik yang mempresentasikannya koas pakai bahasa Inggris.
Selain para pasien dan koas yang hadir, ada residen yang bertanggung jawab atas pasien itu ditambah 1 konsulen. Kepentingannya untuk memastikan tatalaksana pasien tersebut (biasanya yang mau dioperasi).

Pasien dipersilakan duduk (dekat konsulen), lalu kita disamping keduanya membacakan status.
a male 39 years old comes with chief complaint..bla bla..bla.. since..bla..bla..
Sempat stres karena ga kebayang nanti ditanya2 sama konsulen, mana ga ketemu sama pasiennya untuk anamnesis & pemfis langsung, tapi ternyata seru juga. Hapalin aja, kan ada distatus..tinggal ditranslate xp
"So, what's your diagnosis?", tanya konsulen.
"....mm....", nyontek status lagi kalau ga hapal XD. Habis itu dengerin diskusi konsulen, residen dan pasien.

Plastik bikin spastik? Plastik asik kok


*Oik = hai (Belanda)

2 komentar:

dr Oen said...

sedikit saran: sebaiknya setiap tindakan minor yang merupakan kompetensi dokter umum, bisa di dokumentasikan denga video agar bisa di share dengan temasn yang lain

Intan said...

Wah, iya.. setuju2. Di OK waktu itu cm sempat foto pre-opnya aja(ga kepikiran). Mungkin lain waktu saya video-kan sekalian buat konsumsi pribadi ^^. Makasih sarannya dok

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.