Wednesday, June 8, 2011

Belajar dari Kejutan Kecil

بسم الله الرحمن الرحيم
Mau ga mau saya harus bilang bahwa ini adalah kejutan.
Ya Allah..
Surprise lagi
Kok adaa..
Kalau cengar-cengir sendiri dikira sinting
Mau cerita, udah disumpah ga boleh

Satu pelajaran dari kejadian-yang-tidak-boleh-diceritakan-ini adalah:
Tidak boleh melakukan kesalahan yang sama dan tidak boleh kehilangan teman dengan cara yang sama pula.



Saya belajar sesuatu dari peristiwa yang hampir mirip ini. Peristiwa pertama terjadi waktu saya kelas 1 SMA, peristiwa kedua baru beberapa hari ini. Peristiwa yang menyenangkan, namun bila disikapi dengan kurang bijak akan berakhir dengan keadaan yang disayangkan. Yap, tak perlu ada keadaan serupa untuk kedua kalinya. Jujur, saya merasa rugi bila kehilangan teman dengan cara yang satu itu.

Apapun peristiwanya, ada benang merah yang saya pahami. Satu ujian baru yang kita hadapi, bisa saja menjadi ujian yang sama di masa lalu. Saat kita pernah melewati ujian itu, seberat apapun menghadapinya, maka ada banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil. Pengalaman memang guru yang terbaik. Tapi pengalaman akan sia-sia bila kita tidak
dapat mengambil pelajaran dari apa yang telah kita alami untuk menjadi lebih baik kedepannya.

Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa yang diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat. (Al-Baqarah 269)

Alhamdulillah atas kejutanMu ya Rahman..
Biar dada ini semakin bergemuruh dengan badai tasbih memuji asmaMu
atas limpahan cinta untuk hambaMu yang tak jua pandai mengemis cinta dariMu

*Ruko IPD, menjelang subuh

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.