Thursday, January 12, 2012

Obgin: RS Jejaring #1

بسم الله الرحمن الرحيم
Jum'at! Ya Allah, sudah malam Jum'at lagi!
Ini minggu ketiga saya di bagian Obgin (Obstetri/Ginekologi). Ini seminggu saya di RS jejaring pertama dari tiga rotasi RS Jejaring selama di Obgin. Obgin menyenangkan se-menyenangkan Family Medicine.

Menjadi dokter muda masih banyak yang harus dipelajari. Di RSHS banyaknya belajar dengan memandang, kalau di jejaring kita bisa banyak tindakan. Kalau interaksi sama pasien di keduanya bebas. RSHS gitu, RS tipe A pusat rujukan se Jawa Barat (dan Nasional) dengan kasus-kasus subspesialitik yang artinya ranahnya para subspesialis yang residen saja terkadang tidak tahu. Apalagi kami? Mau jadi dokter yang hanya ahli memandang?

Jadi, beruntung bisa belajar juga di RS Jejaring. Seteng-seteng (50/50). Ilmu yang complicated dipelajari, tapi kompetensi sebagai dokter umum juga terfasilitasi. Alhamdulillah. Tinggal kembali kepada pribadi masing-masing untuk memanfaatkan semuanya.

Disini, di RS Jejaring, ada baaaanyaaak cerita, ada banyak inspirasi, ada banyak kerjaan juga. Sampai saya bingung mau nulisnya dari mana.

Menginap
Ini hal pertama yang tidak biasa. Mengingap di RS Jejaring. Kalau rotasi lain ada juga yg menginap sih, tapi bukan RS dan mengontrak.Di RS ini tersedia kamar-kamar untuk dokter jaga (gratis). Kalau mau pulang pergi silakan. Tapi kebanyakan memilih menginap karena jaraknya sekitar 2 jam dari Bandung. Residen yang sedang rotasi juga menginap. Kamar dekat pula dengan VK (kamar bersalin), OK (kamar operasi), Peri (kamar bayi) juga dengan masjid.

Makan
Jatah makan 4 orang sebanyak 3 kali sehari selama disini (lagi-lagi gratis, mungkin fakultas yang membiayai *terharu). Kalau mau pesan makanan juga tinggal ke bagian Gizi dan membayar dengan harga terjangkau.

Residen
Ada dua residen obgin yang sedang rotasi disini. Kalau DM kan persatu minggu, kalau mereka perdua minggu rotasinya selang seling antara RSHS dan RS Jejaring. Alhamdulillah berkenalan dengan orang-orang super baik, senang mengajari dan memotivasi, murah berbagi pengalaman dan rajin beribadah. Yang satu sangat menganjurkan untuk bershadaqah dan menggantungkan nasib hidup dan residensinya pada Allah. Yang lainnya rajin tilawah dan menyelipkan tausyiah saat bimbingan. Dua-duanya ramah pada pegawai RS. Teladan yang baik, bukan?

Konsulen
Katanya-katanya, ada satu konsulen di sini yang selain senang berdiskusi akademik, beliau juga senang berdiskusi agama. Saya penasaran, dan baru tadi penasaran itu tuntas terbukti. Kemarin diskusi dimulai dengan abortus (G1P0A0 17 minggu, pecah ketuban, BJA 140, usia ibu 41 tahun, diagnosis? penatalaksanaan?), nyambung ke prinsip poligami, balik ke gerakan janin sebelum 4 bulan dan hari peniupan ruh dalam Islam, balik lagi ke tafsir Al-Qur'an. Beliau hafal dengan jelas ayat dan suratnya selama berdiskusi. MasyaAllah. Lalu hari ini, DM muslimah dikumpulkan, diskusi berlanjut karena kemarin ada pe-er tentang ADAM syndrome dan arti ruh. Setelah dibahas panjang dan lama, diskusi balik lagi ke poligami. Rrrr. Sampai saya tanya, kenapa, apakah ada sesuatu? Jawabannya hanya membuat saya tertawa sekedarnya. Tapi diskusi tetap berlanjut. Yang saya tangkap, jangan sampai para wanita mengharamkan poligami, padahal Allah tidak mengharamkannya. Juga diskusi tentang keikhlasan, ladang pahala, korelasi usia dan banyaknya penyakit antara pria dan wanita, karakteristik sperma dengan lelaki, karakteristik ovum dengan wanita. Semua terbahas merujuk pada Al-Qur'an dan sunnah. Sampai dahi saya berkerut-kerut mencoba mencerna pernyataan dan pertanyaan beliau.

Poli, VK, OK, Pasien
APN (asuhan persalinan normal) pertama disini, kuretase pertama disini, pem. inspeculo disini, PD berkali-kali, jahit luka episiotomi, visite tiap pagi hari, dll, banyaklah! Bukan memandang lagi. Pasiennya juga ga serumit di RSHS.Senangnya. (nasib DM Obgin RSHS hehe)

Akademik
Kewajiban BST/CRS/CSS (bimbingan) dengan konsulen tetap ada, bimbingan dengan residen ada juga. Jaga malam di VK & Nifas. Jaga sore di VK. Secara umum kegiatannya sama aja, tapi pengelolaan pasiennya lebih banyak.

Cerita lainnya lebih banyak. Yang jelas bersyukur dan beruntung sekali selama beberapa hari ini :)
Segala puji hanya bagi Allah.

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.