Wednesday, November 25, 2009

>_____<

بسم الله الرحمن الرحيم

Kalau saya puitis, inginnya saya tulis dalam bait puisi dalam siratan makna. Tak perlu ada yang tahu apa sesungguhnya yang terjadi.

Hufff.. kenapa..

kecewa itu rasanya ga enak?
Saat dengan sungguh hati kita mempercayakan sesuatu kepada seseorang.. orang yg terpilih... sahabat terdekat...
Sekejap saja. Seperti membalikan telapak tangan satu kata PERCAYA menjadi KECEWA.

Kenapaaaaa??
Allah... maafkan hambaMu yang penuh kekurangan ini....yang belum bisa mentolerir perasaan ini.

Phobia.

Phobia.

Phobia.

karena apa yang kita pikirkan belum tentu sama..
karena apa yang kita inginkan belum tentu sama..
karena aku tak mau lagi mengira-ngira...

Duhai dirimu sahabatku...

1 komentar:

Kautsar Rahmawan said...

Kita semua pernah merasa seperti ini, ntan..
Semangat ya saudariku...
:)

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.