Friday, November 27, 2009

Memaknai Cinta Ibrahim

بسم الله الرحمن الرحيم

Jika momentum pengorbanan terbesar sepanjang sejarah kenabian diabadikan dengan Idul Adha, maka sayang kalau kita sebagai umat mereka hanya memaknainya sebatas kekaguman terhadap sang Bapak para Nabi.

***

Ibrahim begitu cinta. Penantiannya begitu lama. Namun dalam waktu dekat cintanya akan diminta oleh Sang Pemilik Cinta. Seakan baru sesaat cinta hadir di sisi, esok dia harus pergi.
Bimbang,iya..Tak rela iya.. Bila skala iman dihitung saat itu,mungkin Ibrahim dalam posisi terendahnya. Namun ia lekas tersadar, bertanya pada Ismail untuk memastikan.

'Titik' itu adalah kecintaannya terhadap Ismail. Ibrahim disadarkan bahwa ujiannya belum selesai. Masih ada level tertinggi yg harus ia gapai untuk nilai sempurna.

Iman di dada Ibrahim menggeliat, bertanya pada sang anak adalah jawaban pemantapnya. Bagaimanapun titik cintanya harus ditujukan untuk Allah.
Maka tiada keluhan dan umpatan terhadap Rabbnya, tapi ketaatan..

Dan hasilnya pun..Perfect Score!

Saya sering bertanya kepada orang yg mengatakan 'cinta karena Allah'
Seperti apakah itu? sementara makna cinta pun belum saya temukan. (hahahag)

Tapi dari Ibrahim saya belajar paham makna itu.
Ibrahim begitu cinta karena penantiannya terjawab dengan lahirnya Ismail. Dan cinta selalu berteman dengan obsesi memiliki. Tapi manusia sebenarnya tidak memiliki apapun, toh..semua hanya titipan. Lalu saatnya cinta diminta tiba,dibarter dengan upgrading iman. Mana, yg mana yg akan dipilih???
Ibrahim tidak menolak perintah..tidak pula menunda.. dan memohon keduanya; cinta serta iman.
LUAR BIASA!

Makna pertama: cinta karena ALLAH itu ga maruk,kawan.
Makna kedua: Apa Ibrahim dan Ismail saling mencintai? Jelas. Tapi perintah ALLAH lebih mereka sukai. Dan berpisah dengan 'penyembelihan' adalah caranya. Mereka rela. Mereka percaya. Allah punya rencana.
Makna ketiga:
Memang mereka tidak tahu ada apa dibalik semua ini. Tapi, rencana ALLAH selalu indah walau penuh misteri. Dan akhirnya, ALLAH mengganti pengorbanan mental dan jasad mereka dengan iman dan cinta. Karena cinta, kepasrahan, dan kepercayaan total terhadap ALLAH tidak pernah berakhir kesia-siaan.

Makna keempat: Cinta karena Allah adalah mencintai apa yg Allah cintai trhadap apa yg kita cintai.

Bingung?

Biarlah Allah yg mengajari kita makna mencintai karenaNya.

Satu yg saya percaya: Allah punya rencana indah untuk pengorbanan kita.

Ibrahim dan Ismail telah memilih dan berusaha..kini giliran saya..
=)

-uhibbukumfillah-

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.