Wednesday, November 18, 2009

Melati Dari Jayagiri

بسم الله الرحمن الرحيم

Melati Dari Jayagiri

Song: Iwan Abdurrahman
Lyric: Iwan Abdurrahman

Di puncak bukit
Telah saling janji
Telah terjadi
Janji sehidup semati

Melati dari Jayagiri
Kuterawang keindahan kenangan
Hari-hari lalu di mataku
Tatapan yang lembut dan penuh kasih …

Kuingat di malam itu
Kau beri daku senyum kedamaian
Hati yang teduh dalam dekapan
Dan kaubiarkan ku kecup bibirmu

Mentari kelak kan tenggelam
Gelap kan datang dingin mencekam
Harapanku bintang kan terang
Memberi sinar dalam hatiku

Kuingat di malam itu
Kau beri daku senyum kedamaian
Mungkinkah akan tinggal kenangan
Jawabnya tertiup di angin lalu


-----------------------
Kata Abah, Melati dari Jayagiri ditulis tahun 1967 di Jayagiri. Dimana itu ya? Saya ga tau tepatnya dimana... atau mungkin disini.. ditempat yg saya duduki...

Abah, panggilan Ambu buat suaminya juga panggilan akrab mahasiswa UNPAD kepada pencipta lagu ini...btw, Ambu itu, panggilan Abah buat istrinya.. *ini Intan hobi banget ngebolak-balik kata, yah* Ambu juga panggilan dari mahasiswa untuk dokter Januarsih.. Ibunda semua mahasiswa FK, terutama yg sering berinteraksi dengan beliau karena aktif di organisasi, atau pernah diajar, atau diuji SOOCA. PD III gitu loo...

Kalau bukan karena OSPEK (meng-ospek tepatnya) saya mungkin ga akan pernah melihat Situ Lembang seindah ini. Memang gelap diluar sana. Danaunya pun nampak menghitam karena tidak ada cahaya yang dipantulkan. Tapi disini, ditempat kami duduk, cahaya lampu beribu watt begitu membuat suasana menjadi syahdu. Terang tidak, gelap pun tidak. Pendarnya hangat, cukup mengurangi dinginnya angin Lembang. Sedikit saja, yah.

Ditengah sana, di depan mata saya.. panggung sederhana menjadi fokus cahaya yang mengelilingi kami.. Abah duduk berdua, ditemani gitar klasiknya. Perlahan, petikan intro sebuah lagu berbunyi. Merdu, syahdu.. Saya dan semua yang hadir disini begitu menikmati lagu romantis ini.. Bagaimana tidak, ternyata Abah membuat lagu ini untuk Ambu. Dan lihat di depan sana, Ambu menatap lekat Abah. Tersenyum.

Kata demi kata terlantun diiringi petikan pelan gitar Abah, dan tak terasa, air mata ini menetes.
Mungkin bagi Ambu, sudah berjuta kali mendengarkan lagu romantis dari Abah. Tapi, entah apa artinya bagi saya yang jelas ada sesuatu yang dalam artinya.

Yaaa, mungkin suatu waktu gelap kan datang, tapi jangan putus harapan, berharap bintang kan terang memberi sinar di dalam hati..

Di sini, di Situ Lembang, saya menemukan pasangan teromantis dan legendaris. Bersyukur karena saya bisa dipertemukan dan berinteraksi langsung dengan keduanya.

Melati dari Jayagiri. Setiap kali saya dengar, selalu dan selalu, membuat teringat akan petikan gitar Abah dan senyuman Ambu.

Situ Lembang, Agustus 2008
_Pluripotent 08_ Eightcellent!_

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.