Tuesday, March 23, 2010

Skripsi Itu...(Part 2)

بسم الله الرحمن الرحيم
Seminggu lalu, tepat seminggu lalu otak saya mulai panas dengan skripsi. Semua berawal dari beberapa kejanggalan yang timbul saat beberapa kali observasi subjek penelitian berminggu lalu. Mulai dari waktu latihan mereka yang agak semaunya, orang-orang yang datang juga semaunya, juga cuaca yang membuat cemas.

Mereka, teman-teman anggota marching band UNPAD, Alhamdulillah kooperatif ^^, tapi bukan berarti saya bisa intervensi mereka semau saya. Sudah saya bilang kepada mereka, saya tidak akan mengganggu jadwal latihan mereka, silakan latihan kapanpun. Namun, pada saat mereka latihanlah saya akan melakukan intervensi nantinya.

Tepat besok minggu (27/3)mereka akan tampil. Sejak 3 minggu lalu mereka berlatih intensif. Maka saat itulah kesempatan saya untuk melanjutkan bab 3:
1. Memperbaiki kuesioner
2. Menghubungi dan melobi koordinator asisten lab fisika ITB untuk mengukur tingkat bising ruang tes audiometri dan suara marching band di Jatinangor.
3. Menghubungi pihak swasta untuk menyewa audiometer.
4. Menyamakan seluruh jadwal mereka agar data bisa diambil sewaktu.
5. Melobi dan melobi berbagai pihak.
6. Memesan makanan.
7. Mencari tempat pemeriksaan dan mengetag
8. Mencari asisten, teman yang bisa membantu saya memanggil mereka berurutan.
9. Memvalidasi diri
10. Membuat surat ijin peminjaman alat.
11. Meminjam otoskopi.
12. Bimbingan
13. Dan lain sebagainya...

Ohh, satu hal penting, masalah dana yg belum saya sebut! Kalau dihitung, ternyata penelitian saya memakan dana tidak kurang dari 2 juta.

Berbelas-belas hal itu saya lakukan berulang kali setelah seminar usulan penelitian saya disetujui lebih dari sebulan yang lalu. Terutama masalah perijinan dan lobi-lobi. Luar biasa.. kudu ekstra sabar dan siap mental.

Lebih dari sebulan yang lalu itu beberapa hal terjadi (dan semakin beririsan waktunya di seminggu terakhir):
1. Munas FULDFK yang bertepatan dengan seminar usulan penelitian saya.
2. Pramunas FULDFK yang bertepatan dengan saat ter-hectic saya menyusun proposal dan membuat presentasi
3. Dilamar jadi Sekum dan Ketua Departemen. *Innalillahi. Padahal saya sudah memutuskan ingin pensiun tadinya.
4. Sepekan sekali saya harus ikut "sekolah 2 jam" ke Bandung. Yang kalau dihitung waktunya bisa memakan waktu seharian untuk sampai di Jatinangor lagi.
5. Evaluasi besar terhadap departemen yang diamanahkan pada saya. *Terimakasih kakak2ku yang hi-tech dan bijak sekali.
6. Perekrutan dan lobi staf departemen.
7. LPJ Media, dan hutang-hutang yang belum saya penuhi.
8. NM, NM dan NM FULDFK--yang tidak boleh asal nyablak, tapi harus hati2 memutuskan segala sesuatunya--
9. Persiapan Ujian, bagi soal, baca soal, kerjakan soal, belajar bareng, review kasus, dll
10. Persiapan Rakernas dengan berbagai pihak.
11. Buat Proker --Ini TIDAK BOLEH HASIL PEMIKIRAN SAYA SENDIRI-- jadi harus NM, NM dan NM dulu sebelumnya dengan semua staf dan DPO departemen.
13. Rapat Koor BUTAN dan rapat divisi Artikel BUTAN 2006.
14. Tutorial, lecture, lab dan skills lab seperti biasanya. Extramural yang jadi intramural. >_<'
15. Benchmarking Test AIPKI Wilayah III.
16. Persiapan daurah PraKoas 2006.
17. Agenda harian dan pekanan lain yang tidak bisa saya sebutkan disini.

Owwch..
Belum lagi ini itu.. Tamparan disana sini.. Teguran dan Kritikan.. Debat dan lain sebagainya..
Bahkan hal yang membuat saya terharu, sebulan setelah saya seminar itu saya sama sekali tidak bimbingan, malah saya yang dihubungi pembimbing dan ditanya kabar minor thesisnya. Subhanallah.

Pembimbing yang --saya baru tahu haru ini selepas bimbingan-- selalu ceria dan tersenyum dan "cute" (as my friend from Malays said) ternyata juga membimbing residen, padahal umurnya baru 34 tahun (baru 2-3 tahun jadi Sp THT-KL) . Tidak hanya satu residen sodara, tapi beberapa dan mereka semua pasti membawa masalah, meminta analisa dan pertimbangan (hmm, ternyata bukan hanya saya saja yang diposisi ini). Semua terjadi di depan mata saya saat saya juga meminta pertimbangan beliau tentang entry data dan metode penelitian saya.

Satu residen THT masuk ruangan (ada kami berdua),
"Dok, ini pasien dengan Ca Nasofaring, saya minta acc untuk melakukan radioterapi". Ok, beres.
Belum satu menit, residen kedua masuk.
"Dok, ini pasien dengan pembengkakan setinggi concha superior yang diduga polip. Sebelumnya pernah diangkat. Sekarang bengkaknya ada di kanan dan diduga tumor bla..bla.."
Pembimbing saya bilang, "Pembesarannya terlihat di kavum nasi?". Residen kedua mengangguk.
"Ya sudah lakukan biopsi, sekalian di CT Scan". Pembicaraan berlanjut sebentar dan beres pada akhirnya.
Residen ketiga masuk.
"Dok, ini dari IKA (Anak), Ca Nasofaring. Saya mau minta acc ulang dok. Dari IKA menyarankan kemoterapi tapi tadi dokter X dan Y meng-acc radioterapi. Bagaimana, dok?"
"hmm, kalau di kemo bukannya lebih sakit dan banyak efek nantinya. Kalau paliatif sih lebih baik radioterapi saja.. "
"Tapi dok, kalau dikemo mungkin lebih cepat mengecilnya..bla, bla", timpal sang residen.
Pembimbing saya berdiri hendak beranjak keluar. Mungkin maksudnya karena tidak enak harus didengar oleh saya dan mengajak mereka mencari solusi di luar ruangan.
Sementara saya dari tadi hanya mendengarkan sambil menunduk dan menebar pandangan ke segala arah.

Singkat cerita pembimbing saya itu kembali ke ruangan saya berada dan berkata
"Pusing"
Saya kaget.
"Sampai mana tadi?", sahutnya. Matanya mencoba fokus ke skripsi saya. Saya hanya tersenyum kemudian menjawab perlahan.

Walaupun bimbingan hari ini berakhir seperti biasa (biasa = dapat PR dan tugas lain), tapi suasananya tidak biasa. Hm, agak mencekam menurut saya. Jadi ikut BT deh.

Bersambung..

11 am- 2.30 pm.
Jatinangor > RSHS.
2.30pm - 4.30 pm
PMI > Bandung
4.30 pm- 8pm
Cinunuk, Cibiru.
8pm
Jatinangor


0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.