Friday, February 18, 2011

Yang Tak Tergantikan

بسم الله الرحمن الرحيم
ini kisah cinta, sahabatku.. setelah sekian lama tidak menulis tentang cinta..ah, gara2 buku mungil yg saya baca kemarin, saya jadi teringat 3 kata:
"yang tak tergantikan"
Sebuah frase yg membuat air mata saya menitik saat khutbah nikah 2 orang sahabat beberapa waktu lalu.
Ust.Budi Prayitno berkata kepada sang ikhwan: "...Sampai suatu hari Mas Fari (bukan nama sebenarnya), jika nanti Mbak Mira (bukan nama sebenarnya) pergi lebih dulu dan berpesan untuk menikah lagi, lalu mas Fari berkata:
Tidak, dik..cukuplah engkau sebagai kekasihku..tidak akan ada yang bisa menggantikanmu..Begitu juga mbak Mira, jika suatu hari nanti..."
Kalimatnya tidak begitu ingat..tapi menyentuh sekali kalau mendengar secara lengkap dan langsung.. :'(

Lalu di buku yang saya baca, ada kata-kata itu lagi.. diucapkan oleh sang panglima paling besar, paling agung dan juga paling kita cintai.. Rasulullah yg mengenal cinta hakiki. Cinta beliau terus ada di dalam hati, bahkan tidak padam setelah kematian kekasih beliau, tanpa ada seorang pun yg dapat menggantikannya. Sampai2 membuat cemburu kekasih yg lainnya. Hm, pasti kisah ini tidak asing bagi sahabat semua

Yang tak terlupakan itu adalah Khadijah. Setahun setelah wafatnya, salah seorang sahabat perempuan Khadijah datang menemui Rasulullah dan berkata:
"Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak ingin menikah? Engkau memiliki 7 tanggungan dan tugas dakwah yang penting." Tiba2 Rasulullah menangis dan bersabda: "Apakah ada orang lain setelah Khadijah?"

Seandainya Allah tidak memerintahkan beliau untuk menikah dengan istri-istri beliau setelah Khadijah, tentu beliau tidak akan menikah lagi dan tidak akan melupakan Khadijah ra. sekalipun setelah berlalu 14 tahun dari
wafatnya. Tidak ada seorang wanita pun yang dapat menggeser kedudukan Khadijah ra. di hati Muhammad saw, bahkan Aisyah sendiri, istri yang paling dicintai beliau berikutnya tidak mampu menempati kedudukan Khadijah di hati beliau.

Ada kisah tentang hal ini, salah satu kisah Aisyah yang cemburu...
Pada hari penaklukan Makkah, Rasulullah memasuki kota Makkah dengan kemenangan dan keberuntungan. Orang-orang Quraisy pun meminta ampunan dari beliau. Saat itu beliau melihat seorang perempuan tua yang datang dari jauh. Beliau segera meninggalkan kerumunan dan mendekati perempuan tua tersebut, lalu berbicara dengannya. Tidak berapa lama, beliau melepaskan mantel dan meletakkannya diatas tanah, lalu duduk bersama perempuan tua itu diatasnya.

'Aisyah pun menanyakan tentang perempuan tua yang membuat beliau rela memberikan waktu dan bersedia berbicara dengannya pada saat-saat seperti itu. Maka beliau menjawab:"Ini adalah teman Khadijah"
'Aisyah kembali bertanya:"Apa yang kalian bicarakan, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab:"Kami berbicara tentang Khadijah"

Ibu kita, Aisyah cemburu berat dan berkata: "Engkau masih mengingat perempuan yang sudah ditutupi tanah itu, padahal Allah telah menggantikan yang lebih baik darinya!"
Aisyah tidak menyadari bahwa itu adalah sebuah kekeliruan kecuali setelah nampak kemarahan di raut wajah Rasulullah saw. Ketika itu pun beliau bersabda: "Demi Allah, tidak ada yang dapat menggantikannya. Sungguh dia menghiburku saat orang-orang mengusirku dan membenarkanku saat orang-orang mendustakanku"
*Dialog yang sangat familiar ya.. :')

Aisyah menyadari kemarahan kekasihnya, maka dia segera berkata: "Maafkan aku, wahai Rasulullah". Beliau bersabda: "Minta maaflah kepada Khadijah, baru aku akan memaafkanmu"

Sebegitunya Nabi kita teramat cinta..bahkan istrinya Aisyah diminta meminta maaf kepada seseorang yang sudah tiada? Hiks.. Sungguh, binar-binar cinta pertama itu tidak meredup, namun terus bersinar di relung-relung hati Muhammad, shalallahu 'alaihi wassalam.

Meski waktu datang dan berlalu
Sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku
Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti

(Marcell-Takkan Terganti)


Inilah kisah cinta yang takkan terganti, kisah cinta riwayat Bukhari dari 'Aisyah. Semoga Allah senantiasa menjaga cinta dalam hati kita agar tetap utuh dan murni untuk seseorang yang telah ditakdirkan untuk kita.

0 komentar:

Post a Comment

Jadilah seperti bintang yang indah kemilau namun sulit untuk digapai. Seperti melati begitu lembut dan suci, seperti mawar yang indah namun memiliki duri untuk melindungi diri. Ukhty moga kita bisa menjadi muslimah yang begitu lembut, anggun begitu banyak yang menginginkan namun sulit dimiliki sembarang orang karena kita teguh terhadap Allah dan Rasul.